BANDARLAMPUNG — Kota Bandarlampung menempati peringkat 395 dari 1.000 kota terbesar dunia dalam Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics.
Pemeringkatan tersebut dipublikasikan melalui laman resmi Oxford Economics dan mencakup berbagai kota di dunia berdasarkan sejumlah indikator yang menggambarkan kinerja serta karakteristik perkotaan.
Dalam daftar tersebut, Bandarlampung tercatat sebagai salah satu kota di Indonesia yang masuk dalam jajaran peringkat teratas. Posisi Bandarlampung berada setelah sejumlah kota Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Padang, Denpasar, dan Makassar.
Global Cities Index Oxford Economics mengukur kinerja kota melalui lima dimensi utama, yakni Economics, Human Capital, Quality of Life, Environment, dan Governance.
Kelima dimensi tersebut mencakup aspek ekonomi, sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan. Dengan pendekatan tersebut, posisi sebuah kota dalam indeks tidak hanya dilihat dari kekuatan ekonominya, tetapi juga dari berbagai aspek pembangunan perkotaan.
Bandarlampung Punya Peran Strategis
Posisi Bandarlampung dalam Global Cities Index 2026 juga menjadi gambaran mengenai peran kota tersebut dalam jaringan perkotaan regional.
Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandarlampung memiliki posisi geografis strategis di ujung selatan Pulau Sumatra. Kota ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, jasa, pendidikan, dan mobilitas masyarakat di wilayah Lampung.
Konektivitas antara Pulau Sumatra dan Jawa turut memperkuat peran Bandarlampung dalam pergerakan orang dan barang. Jalur transportasi melalui Lampung menjadi bagian penting dari mobilitas dan distribusi menuju berbagai wilayah di Sumatra maupun sebaliknya.
Namun, posisi dalam pemeringkatan global juga dapat menjadi gambaran mengenai tantangan pembangunan kota ke depan.
Penguatan kualitas hidup masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, serta pengelolaan lingkungan menjadi sejumlah aspek penting dalam pengembangan kota yang berkelanjutan.
Masuknya Bandarlampung dalam daftar 1.000 kota dunia versi Global Cities Index 2026 menunjukkan kota tersebut tercatat dalam pemetaan perkotaan global yang dilakukan Oxford Economics.
Ke depan, tantangan pembangunan Bandarlampung tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas hidup, memperkuat daya saing sumber daya manusia, menjaga lingkungan, serta membangun tata kelola kota yang mampu merespons kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, posisi tersebut dapat menjadi salah satu rujukan untuk melihat perkembangan Bandarlampung dalam konteks perkotaan global sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap berbagai aspek pembangunan kota.
Post a Comment