BANDAR LAMPUNG — Rangkaian tradisi peringatan Maulid Nabi Arbain yang digelar secara rutin oleh warga Jalan Jati, Kelurahan Tanjungraya, Kecamatan Kedamaian, resmi ditutup pada Senin malam (21/9/2026). Ratusan jamaah dari berbagai pelosok lingkungan tampak memadati lokasi untuk menghadiri acara puncak yang telah berlangsung secara konsisten selama 40 hari berturut-turut tersebut.
Puncak peringatan Maulid Arbain ke-40 ini menghadirkan penceramah KH Ahmad Zaki bersama Al Habib Abdurahman Alaydrus. Sejak sore hari, antusiasme masyarakat terlihat dari hadirnya rombongan jamaah yang memadati area acara di Jalan Jati Nomor 1 untuk mengikuti pembacaan kitab Maulid Diba', lantunan shalawat, hingga doa bersama.
Ketua Umum Panitia, Muhammad Syauqi Al Muhdhar, menjelaskan bahwa tradisi Maulid Arbain ini diisi dengan pembacaan shalawat dan doa berkeliling dari rumah ke rumah warga setiap harinya selama 40 hari penuh.
"Alhamdulillah selama 40 hari kita istiqomah merayakan Maulid Nabi. Malam ini puncaknya, sebagai wujud rasa syukur dan cinta kita kepada Rasulullah SAW," ungkap Syauqi dalam sambutannya. Panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh warga serta para donatur yang telah menyokong kelancaran kegiatan keagamaan ini.
Dalam tausiyah utamanya, KH Ahmad Zaki memberikan apresiasi atas konsistensi dan keistiqomahan para jamaah. Beliau menekankan bahwa hakikat peringatan Maulid Nabi bukanlah sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan sarana untuk memperdalam rasa cinta (mahabbah) serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Ini luar biasa. Tidak banyak yang mampu istiqomah 40 hari merayakan kelahiran Nabi. Ini bukti cinta yang sesungguhnya. Namun, jangan jadikan shalawat hanya berhenti di 40 hari. Jadikan shalawat sebagai kebutuhan harian. Teladani akhlak Rasulullah, jujur dalam berdagang, lembut kepada tetangga, dan sayang kepada keluarga," pesan KH Ahmad Zaki.
Senada dengan hal tersebut, Al Habib Abdurahman Alaydrus turut mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga konsistensi nilai-nilai kebaikan pasca-peringatan Arbain selesai. Beliau mengingatkan pentingnya menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW di dalam lingkungan keluarga dan pendidikan anak-anak.
Acara puncak peringatan Maulid Nabi Arbain ditutup dengan pembacaan doa keselamatan serta tradisi makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur warga, dengan harapan tradisi syiar keagamaan ini terus dilestarikan secara berkelanjutan di masa mendatang.
Post a Comment