BANDAR LAMPUNG — Pertamina Patra Niaga Wilayah Lampung bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bandar Lampung, Senin (21/9/2026).
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Wilayah Lampung, Bima Kusuma Aji, bersama Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan. Pengecekan lapangan menyasar tiga titik lokasi strategis, yakni SPBU Pattimura (Taman Siswa), SPBU Jalan Kartini, dan SPBU Cut Nyak Dien.
Langkah pengawasan langsung ini dilakukan guna memantau ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta mengurai antrean kendaraan pada penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tengah tren peningkatan konsumsi masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan sistem di SPBU Cut Nyak Dien yang sempat mengalami keterlambatan pengiriman, Bima Kusuma Aji menyampaikan permohonan maaf dan memastikan armada pengangkut BBM segera tiba untuk mengisi tangki penyimpanan SPBU.
"Tadi kita sudah check system sebenarnya lima belas menitan lagi, 11.47 WIB diperkirakan produk kouta ini akan masuk ke SPBU. Jadi, kami mohon maaf mungkin ada sedikit keterlambatan, tapi cuma hanya beberapa menit atau jam saja. Hari ini SPBU ini akan jualan Pertalite seperti SPBU lainnya," ujar Bima.
Bima menambahkan bahwa Pertamina akan melakukan evaluasi mendalam terkait pola distribusi BBM guna mengeliminasi jeda kekosongan pasokan di tingkat pengecer. Selain masalah distribusi, Pertamina juga menyoroti manajemen antrean kendaraan di area SPBU untuk meminimalisasi potensi gangguan lalu lintas di jalan raya.
"Ada petugas yang mengatur antrean di dalam area SPBU. Namun, jika antrean meluap keluar hingga badan jalan, kami minta pihak SPBU berkoordinasi aktif dengan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat agar lalu lintas tetap tertata aman," tegasnya.
Berdasarkan catatan Pertamina, terjadi lonjakan konsumsi harian Pertalite sebesar 10 persen di Lampung dibandingkan awal tahun. Kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan kendaraan baru sebesar 21 persen, peningkatan kunjungan wisatawan ke Lampung sebesar 25 persen pada semester I-2026, serta adanya disparitas harga yang cukup lebar antara BBM subsidi dan nonsubsidi yang mendorong peralihan pola konsumsi warga.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Lampung, Budhi Darmawan, mengonfirmasi bahwa ketersediaan BBM di SPBU Jalan Kartini berada pada kondisi aman dengan cadangan mencapai 17 Kiloliter (KL) serta kondisi antrean yang relatif kondusif.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Pemprov Lampung bersama Pertamina menjamin ketersediaan pasokan dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," pungkas Budhi.
Post a Comment