BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi memperluas ruang lingkup kerja Tim Koordinasi Inisiatif Karbon daerah
Langkah percepatan ini disepakati dalam rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan Tim Inisiatif Karbon di Bandar Lampung
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan bahwa tim yang telah dibentuk harus mampu melahirkan aksi konkret di lapangan dan tidak berhenti pada tataran administrasi belaka
"Esensinya adalah bagaimana tim yang dibentuk ini bukan sekadar SK Gubernur, bukan sebuah dokumen, tapi benar-benar tim ini bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing," tegas Sekda dalam rapat koordinasi tersebut
Sementara itu, Ketua Harian Tim Inisiatif Karbon Lampung, Anshori Djausal, menjelaskan bahwa peluang transaksi dan investasi perdagangan karbon di Lampung sangat melimpah
"Jadi kita akan memperluas scope-nya. Bukan hanya hutan," ujar Anshori
Pemetaan Lima Koridor dan Integrasi Kearifan Lokal
Sebagai pijakan awal sebelum masuk ke bursa pasar karbon, Pemprov Lampung tengah memetakan potensi wilayah ke dalam lima koridor utama
Inisiatif ini juga mengadopsi filosofi kearifan lokal melalui gagasan "repong karbon ekonomi"
Untuk mendukung tata kelola yang akuntabel, Sekda menginstruksikan pembentukan sistem database berbasis koridor serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendaftaran dan kerja sama investasi
Di samping itu, Pemprov Lampung juga menjajaki kemitraan strategis dengan Kementerian Kehutanan melalui Imperative Global Project pada proyek Satu Karsa
Post a Comment