Ketua Dekranasda Purnama Wulan Sari Mirza Dukung Lampung Fashion Tendance Jadi Penggerak Industri Kreatif


 BANDAR LAMPUNG — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, secara resmi menerima audiensi pengurus Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Lampung di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi Lampung, Rabu (16/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah persiapan serta pematangan konsep gelaran Lampung Fashion Tendance yang dijadwalkan berlangsung pada 18 November 2026 mendatang di Radisson Hotel Lampung.

Rombongan APPMI Lampung dipimpin langsung oleh sang Ketua, Ida Giriz. Dalam pemaparannya, perwakilan APPMI menegaskan bahwa penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance tidak hanya sekadar ajang peragaan busana (fashion show), melainkan dirancang sebagai strategi membangun ekosistem fesyen yang mengoneksikan pelestarian budaya dengan industri kreatif.

Kegiatan ini diproyeksikan menjadi panggung apresiasi karya berbasis wastra, tempat kolaborasi para desainer muda, hingga penguat mata rantai industri yang melibatkan pengrajin wastra, penyedia tekstil, serta sektor tata rias di Lampung.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza—yang akrab disapa Batin Wulan—merekam apresiasi tinggi atas dedikasi dan konsistensi para desainer dalam mengangkat kearifan lokal.

"Alhamdulillah hari ini Batin bisa langsung tatap muka dengan desainer-desainer Lampung yang karya-karyanya sudah dikenal dan memiliki warna serta ciri khas tersendiri. Dengan kecintaan rekan-rekan desainer terhadap wastra kita, ini merupakan sumber daya yang tidak ternilai," ujar Batin Wulan.

Dorong Dampak Ekonomi Konkret bagi UMKM

Lebih lanjut, Batin Wulan menyoroti perkembangan kain Tapis dan wastra Lampung lainnya yang kini tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya, melainkan telah bergeser menjadi komoditas ekonomi yang memiliki nilai jual tinggi.

Oleh karena itu, ia berpesan agar puncak penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance memberikan dampak riil terhadap peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM serta pengrajin di tingkat akar rumput.

"Yang paling konkret dari kegiatan ini adalah bagaimana output-nya turut mendongkrak dan mendukung UMKM. Artinya, ini mesti kita kedepankan, merangkul dengan segmentasi yang berbeda-beda yang harus kita hargai," tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Batin Wulan berharap sinergi erat antara Dekranasda dan APPMI Lampung terus terjalin secara berkelanjutan demi memperkuat keberadaan industri kreatif lokal.

"Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini kita persembahkan untuk Lampung kita tercinta, untuk kita terus mengedepankan identitas kita sebagai orang Lampung yang ada di Bumi Lampung ini," pungkasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post