Rute DAMRI Kalianda-Jakarta Beroperasi Kembali Mulai 21 Agustus 2026


 KALIANDA — Konektivitas infrastruktur transportasi darat merupakan urat nadi utama dalam menjaga stabilitas distribusi logistik, mobilitas tenaga kerja, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Mengukuhkan posisinya sebagai gerbang utama Pulau Sumatra, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengonsolidasikan sinergi kelembagaan bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, PT DAMRI. Langkah taktis ini diwujudkan melalui pengoperasian kembali rute interkoneksi Kalianda–Jakarta via Lintas Sumatra yang resmi berlaku mulai 21 Agustus 2026.

Langkah ini bukan sekadar pembukaan trayek angkutan penumpang konvensional, melainkan bagian dari desain kebijakan sosial (social policy) yang bertujuan menurunkan biaya logistik perjalanan publik, menjamin aksesibilitas warga, serta memperkuat integrasi kelembagaan negara (state institutional integration) antara pemerintah daerah dan BUMN. Melalui skema ini, keterisolasian jalur transportasi langsung dari pusat-pusat pertumbuhan di Kabupaten Lampung Selatan menuju kawasan metropolitan Jabodetabek dan Banten berhasil dipangkas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan bahwa pengoperasian kembali rute lintas pulau ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan responsif. Kehadiran rute ini secara strategis menghubungkan titik-titik krusial, mulai dari Stasiun KA Tanjung Karang, Kawasan Taman Edukasi Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, hingga melintasi Selat Sunda menuju Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, dan Stasiun KA Gambir Jakarta.


Dari perspektif efisiensi fiskal publik, penetapan struktur tarif yang terjangkau—mulai dari Rp215.000 hingga Rp255.000—menjadi instrumen intervensi sosial yang memberikan kepastian biaya perjalanan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dan pelaku UMKM lokal. Dukungan fasilitas keselamatan dan kenyamanan modern, seperti konfigurasi Seat 2-2 Reclining, pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, perbekalan penumpang, serta pengawasan kamera CCTV di dalam armada, mencerminkan standar baru dalam pemenuhan hak-hak konsumen transportasi publik darat.

Secara makroekonomi, Pemkab Lampung Selatan memproyeksikan bahwa penguatan konektivitas Lintas Sumatra ini akan berdampak spillover pada dua sektor utama: pariwisata dan rantai pasok ekonomi lokal. Aksesibilitas yang kian lancar dari Jakarta dan Tangerang menuju Kalianda akan mempermudah mobilisasi wisatawan nusantara menuju destinasi unggulan di pesisir Lampung Selatan, sekaligus menggerakkan simpul-simpul perdagangan masyarakat di sepanjang jalur yang dilintasi.

Melalui optimalisasi rute DAMRI Kalianda–Jakarta ini, Pemkab Lampung Selatan dan BUMN DAMRI membuktikan bahwa kolaborasi antar-instansi negara mampu menghadirkan solusi konkret bagi mobilitas publik. Kebijakan integrasi moda transportasi ini meletakkan fondasi yang kokoh bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi regional, mempererat integrasi sosial antar-Pulau Sumatra dan Jawa, serta menegaskan kembali fungsi negara dalam menyediakan sarana publik yang aman, terjangkau, dan berkualitas.

Post a Comment

Previous Post Next Post