OJK–Karang Taruna Lampung Bidik 30 Desa untuk Cetak Wirausaha Muda



BANDAR LAMPUNG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung merangkul Karang Taruna Provinsi Lampung dalam sinergi strategis guna memperkuat perekonomian perdesaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mencetak wirausahawan muda sekaligus mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju.

Kepastian kerja sama tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi antara Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, beserta jajaran di Kantor OJK Provinsi Lampung, Senin (10/8/2026).

Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy, menekankan bahwa episentrum pertumbuhan ekonomi daerah harus menjangkau pelosok desa agar pemerataan kesejahteraan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Pak Gubernur sangat konsen dengan hilirisasi dan pembangunan ekonomi yang episentrumnya ada di desa. Biar pemerataan kesejahteraan itu tidak melulu dinikmati oleh teman-teman yang ada di kota," kata Otto Fitriandy, Senin (10/8/2026).

Perkuat Literasi-Inklusi Keuangan dan Target Replikasi di Seluruh Kabupaten

OJK memilih Karang Taruna sebagai mitra utama karena struktur organisasinya yang mengakar hingga tingkat desa. Sebagai pilot project, program pembinaan kewirausahaan ini akan menyasar 30 desa prioritas Desaku Maju yang mewakili seluruh kabupaten se-Provinsi Lampung.

Selain melahirkan pengusaha muda berbasis potensi lokal, program ini dirancang untuk mendongkrak tingkat literasi keuangan masyarakat Lampung yang saat ini berada di angka 66 persen, beriringan dengan tingkat inklusi keuangan yang sudah mencapai 80 persen (mendekati target nasional 90 persen).

Poin Utama Kolaborasi OJK & Karang Taruna Lampung:

  • Sasaran Perdana: Pembinaan kewirausahaan pemuda di 30 desa prioritas Desaku Maju di seluruh kabupaten se-Lampung.

  • Model Percontohan: Keberhasilan program di 30 desa ini diharapkan dapat direplikasi oleh pemerintah kabupaten ke desa-desa lainnya.

  • Penguatan Edukasi Keuangan: Mendorong akses layanan keuangan formal sekaligus mengikis ketimpangan antara inklusi keuangan (80%) dan literasi keuangan (66%).

  • Jaringan Organisasi: Memanfaatkan struktur Karang Taruna hingga tingkat pekon/desa sebagai akselerator ekonomi lokal.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyambut hangat dan siap mengerahkan jejaring pemuda desa untuk menyukseskan agenda pembinaan tersebut.

"Melalui sinergi Karang Taruna, Pemda, OJK, dan lembaga keuangan formal, kita ciptakan wirausahawan muda berbasis desa yang mampu membuka lapangan kerja baru serta menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Lampung yang mandiri," pukas Wahrul Fauzi Silalahi.

Post a Comment

Previous Post Next Post