Kereta Api Trans Sumatera Dinilai Bakal Dongkrak Ekonomi Lampung dan Tekan Biaya Logistik



BANDAR LAMPUNG — Rencana pembangunan jaringan infrastruktur Kereta Api Trans Sumatera yang membentang dari Pelabuhan Bakauheni hingga wilayah paling utara Pulau Sumatera mendapat dukungan penuh dari legislatif daerah. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diyakini bakal menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, mengapresiasi komitmen pemerintah pusat yang terus mematangkan rencana jalur kereta api antarkota tersebut.

Menurut Mukhlis, keberadaan moda transportasi massal berbasis rel yang terintegrasi akan memangkas biaya logistik secara signifikan, menekan beban jalan raya, serta memperkuat daya saing produk unggulan daerah.

"Proyek ini akan memperkuat posisi Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera sekaligus membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memicu tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Mukhlis Basri, Senin (3/8/2026).

Arsitektur Logistik dan Konektivitas Komoditas Unggulan

Sebagai daerah perlintasan utama barang dan jasa, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kawasan industri. Pengoperasian kereta api antarkota diyakini memberikan kepastian waktu tempuh pengiriman barang ke berbagai provinsi di Sumatera maupun menuju Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni.

Dampak Strategis Kereta Api Trans Sumatera bagi Lampung:

  • Efisiensi Biaya Logistik: Memotong rantai biaya angkut komoditas pangan dan industri secara signifikan.

  • Penguatan Investasi: Menarik investor kawasan industri karena tersedianya konektivitas multimoda yang andal.

  • Pemerataan Ekonomi: Membuka keterisolasian kawasan-kawasan produktif di sepanjang koridor Sumatera.

  • Integrasi Antarmoda: Menyambungkan jaringan pelabuhan laut, jalan tol, dan kawasan pusat distribusi barang.

"Semakin baik konektivitas, semakin kuat pula daya saing ekonomi Lampung dan Sumatera. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov, Pemkab/Pemkot, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan proyek ini," tambah Mukhlis.

Instruksi Presiden Prabowo Subianto

Rencana akselerasi proyek Kereta Api Trans Sumatera sebelumnya ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan revitalisasi bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang. Kepala Negara menginstruksikan agar pengerjaan fisik jalur kereta dari Bakauheni menuju ujung utara Sumatera dapat segera direalisasikan.

Presiden menilai pembangunan jalur kereta api koridor Sumatera merupakan investasi jangka panjang negara demi mewujudkan pemerataan pembangunan dan kemandirian logistik nasional.

DPRD Lampung berharap proses perancangan hingga tahap konstruksi lapangan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat luas.

Post a Comment

Previous Post Next Post