Kenakan Peci Khas Lampung, Prof. Rudi Resmi Mendaftar Bakal Calon Rektor Unila Periode 2027–2031


 BANDAR LAMPUNG — Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 kian semarak. Guru Besar Unila, Prof. Rudi, secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unila dalam prosesi penyerahan berkas yang berlangsung di kampus setempat, Bandar Lampung.

Momentum pendaftaran tersebut menyedot perhatian publik lantaran Prof. Rudi tampil berbusana rapi dilengkapi peci khas Lampung. Penampilan tersebut dinilai memiliki makna simbolis mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebudayaan lokal, sekaligus mempertegas posisi Unila sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

Prosesi pendaftaran Prof. Rudi turut dihadiri dan didampingi oleh sejumlah praktisi hukum serta tokoh nasional, di antaranya Elsa Syarif dan Parhat Abas, yang hadir memberikan dukungan moral secara langsung.

Sematan Julukan "Si Kancil dari Unila"

Dukungan menarik disampaikan oleh Parhat Abas saat mendampingi proses pendaftaran. Ia memberikan sematan julukan khusus kepada Prof. Rudi sebagai "Si Kancil dari Unila". Menurut Parhat, filosofi julukan tersebut mencerminkan kecerdasan, kelincahan, serta ketajaman berpikir Prof. Rudi dalam mengamati dan menyelesaikan berbagai dinamika di lingkungan akademik.

"Prof. Rudi ini Si Kancil dari Unila. Beliau cerdas, gesit, dan mampu melihat persoalan dari berbagai sisi. Namun yang terpenting, beliau tetap low profile serta memiliki kedekatan yang erat dengan seluruh sivitas akademika," ujar Parhat Abas.

Fokus Marwah Akademik dan SDM Unggul

Dalam keterangannya usai pendaftaran, Prof. Rudi menegaskan bahwa keputusannya maju dalam bursa Pilrek Unila merupakan ikhtiar nyata untuk memberikan pengabdian terbaik bagi kemajuan institusi.

Ia memaparkan komitmennya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), menjaga integritas dan marwah akademik, serta membawa Unila menjadi perguruan tinggi yang makin diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.

Dengan masuknya nama Prof. Rudi dalam bursa pendaftaran, persaingan menuju kursi pimpinan tertinggi Unila periode 2027–2031 dipastikan bakal berlangsung ketat. Momentum ini tidak hanya menjadi panggung adu gagasan antarcalon, tetapi juga agenda strategis bagi seluruh sivitas akademika Unila dalam menentukan arah pembangunan universitas untuk empat tahun ke depan.

Post a Comment

Previous Post Next Post