KUTAI BARAT — Kedatangan da'i kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, sempat diwarnai ketegangan taktis di koridor sirkulasi publik. Rombongan kendaraan UAS yang baru saja mendarat di Bandara Melalan diadang oleh sekelompok massa yang memblokade jalur pelintasan. Beruntung, kesiapsiagaan sasis pengamanan terpadu dari personel TNI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil meredam eskalasi konflik di lapangan, sehingga iring-iringan tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi agenda utama.
Massa yang melakukan aksi tersebut teridentifikasi sebagai bagian dari aliansi Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong. Koordinator aksi, Erika Siluq, menglarifikasi bahwa sasis pergerakan kelompoknya di bandara bukanlah bentuk pengadangan fisik yang destruktif, melainkan sebuah upaya desakan koersif untuk melakukan dialog langsung secara tatap muka. Kelompok tersebut mengklaim sebelumnya telah mengirimkan surat formal kepada pihak panitia penyelenggara dan kepolisian untuk menjadwalkan audiensi khusus terkait rambu-rambu materi ceramah, namun saluran komunikasi tersebut dinilai buntu dan tidak difasilitasi hingga hari kedatangan sang penceramah.
Pihak Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong menyatakan bahwa penolakan terhadap kehadiran UAS sebenarnya telah disuarakan sejak jauh hari melalui forum mediasi resmi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Polres setempat. Langkah preventif ini diambil kelompok masyarakat tersebut karena kekhawatiran terhadap sejumlah muatan konten ceramah terdahulu yang dinilai berpotensi menggeser stabilitas kerukunan umat beragama di wilayah Kutai Barat. Kendati sasis penolakan telah diajukan, panitia lokal tetap berkomitmen melanjutkan agenda perayaan Hari Lahir Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning.
Meskipun sempat dihadang friksi sosial di awal kedatangan, rangkaian Safari Dakwah dan Tabligh Akbar yang dipimpin oleh UAS berhasil terselenggara dengan aman dan sukses di bawah kawalan ketat sasis keamanan berlapis. Menjelang kepulangannya, UAS secara terbuka merilis pernyataan video yang mengapresiasi tinggi profesionalitas institusi Polri. Ia menyampaikan terima kasih mendalam kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Kaltim, hingga Kapolres Kutai Barat atas jaminan kenyamanan serta pelayanan prima yang diberikan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama dirinya berdakwah di Kalimantan Timur.
Post a Comment