Pemkab Pesawaran Buka Rangkaian HUT Ke-19 Lewat Festival Olahraga Tradisional Lintas Sektor



PESAWARAN — Pemerintah Kabupaten Pesawaran secara resmi meluncurkan rangkaian festival perlombaan rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pesawaran yang ke-19. Peresmian agenda tahunan tersebut diawali dengan pelaksanaan Apel Pembukaan massal yang dipusatkan di Lapangan Utama Kantor Pemerintah Kabupaten Pesawaran pada Senin, 13 Juli 2026. Langkah ini diposisikan strategis oleh otoritas daerah sebagai instrumen penyegaran kondisi psikologis sekaligus konsolidasi internal jajaran birokrasi.

Giat seremonial yang diarsiteki oleh Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Pesawaran ini dihadiri secara kedinasan oleh para Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, pejabat administrator, serta ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi sektoral. Peringatan hari ulang tahun bumi Andan Jejama edisi 2026 tersebut secara khusus mengadopsi draf tema besar bertajuk "Berkolaborasi Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif."

Bertindak sebagai pembina apel mewakili Bupati Pesawaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan, menegaskan bahwa perayaan hari jadi ke-19 ini harus dimaknai melampaui batas hiburan komunal. Otoritas draf kebijakan daerah memposisikan momentum ini sebagai jembatan evaluasi kolektif atas perjalanan pembangunan daerah, sekaligus draf penguat loyalitas dan performa pelayanan publik.

"Penyelenggaraan berbagai perlombaan ini esensinya adalah manifestasi rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Pesawaran. Kami ingin memanfaatkan momentum ini untuk mereduksi kejenuhan kerja serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan kekompakan di antara sesama ASN. Soliditas dan kekuatan jiwa korsa di lingkungan pemerintahan merupakan modal dasar yang mutlak diperlukan untuk mengeksekusi draf program pembangunan daerah secara efektif dan produktif bagi masyarakat," urai Sekdakab Pesawaran, Wildan.

Sesaat setelah draf apel pembukaan dinyatakan selesai, kemeriahan langsung bergulir melalui pelaksanaan fase penyisihan cabang olahraga tradisional, seperti balap karung dan perlombaan bakiak tandem yang diikuti oleh perwakilan tim dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Pemilihan klaster permainan tradisional ini sengaja dipertahankan sebagai draf strategi pelestarian nilai sosial budaya lokal di tengah gempuran modernisasi digital.

Berdasarkan cetak biru panitia pelaksana KORPRI, semarak perayaan HUT ke-19 ini dipastikan terus bergulir sepanjang pekan. Rangkaian draf perlombaan akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan menggelar kompetisi senam massal, tarik tambang, joget balon, serta puncak festival bertajuk Manjau Jama Warga. Pesta rakyat ini dirancang untuk membuka ruang interaksi sosial langsung tanpa sekat antara jajaran pejabat eksekutif daerah dan elemen warga masyarakat luas.

Post a Comment

Previous Post Next Post