Gubernur Mirza Gandeng Putranya ke SMAN 2 Bandar Lampung, Sahkan Gerakan GAMAS



BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan draf keteladanan langsung (role model) dalam mengeksekusi kebijakan penguatan karakter berbasis domestik. Di tengah padatnya agenda birokrasi sebagai kepala daerah, Gubernur Mirza turun langsung mengantarkan putra bungsunya, Muhammad Rifat Djausal, pada hari pertama masuk sekolah di SMAN 2 Bandar Lampung, Senin, 13 Juli 2026. Aksi nyata ini menandai dimulainya implementasi masif Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Langkah domestik yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya tersebut diposisikan bukan sekadar pemenuhan kewajiban moral orang tua, melainkan sebuah draf penegasan manifesto politik-sosial. Kehadiran fisik seorang pemimpin di gerbang sekolah dasar hingga menengah diyakini menjadi stimulus psikologis yang kuat bagi anak dalam menjajaki fase orientasi akademik baru.

Penguatan Regulasi Daerah Melalui SE Nomor 104

Aksi Gubernur Mirza ini merupakan perwujudan konkret dari draf hukum bentukan daerah, yakni Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung Nomor 104 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Regulasi lokal ini diterbitkan sebagai langkah taktis eksekutif dalam menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tertanggal 11 Juni 2026.

Melalui payung hukum ini, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan legitimasi bagi para kepala keluarga—termasuk aparatur negara—untuk mendapatkan dispensasi waktu khusus di pagi hari demi menjalankan draf intervensi psikologis pengasuhan anak.

“Pagi ini saya menunaikan tugas yang paling istimewa: mengantar si bungsu di hari pertama sekolah di SMAN 2 Bandar Lampung. Mengantar anak ke sekolah itu bukan sekadar urusan transportasi sampai ke depan gerbang. Ini adalah momentum krusial untuk memberikan asupan semangat, untaian doa, dan draf keyakinan penuh bahwa mereka siap menjemput masa depan. Kehadiran seorang ayah, walau hanya beberapa menit di pagi hari, memiliki impak besar bagi tumbuh kembang dan rasa percaya diri anak,” tulis Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Visi Makro: Fondasi Daerah Maju Berbasis Sektor Domestik

Otoritas daerah memandang bahwa draf percepatan kemajuan Provinsi Lampung tidak dapat dilepaskan dari kualitas unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Dengan masifnya gerakan GAMAS, Pemprov Lampung menargetkan reduksi signifikan terhadap fenomena ketidakhadiran figur bapak (fatherless) dalam struktur sosial masyarakat urban maupun rural.

Gubernur Mirza berpesan kepada seluruh orang tua di Lampung agar konsisten hadir dalam setiap fase krusial tumbuh kembang anak-anak mereka. Sinergi yang kuat antara pemenuhan gizi, lingkungan sekolah yang suportif, dan pengasuhan ayah yang aktif diproyeksikan akan menjadi draf investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi emas Lampung yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di kancah global.

Post a Comment

Previous Post Next Post