Niat Berkemah Berakhir Duka, Dua Remaja Pencari Penyelamat Ditemukan Tewas



PRINGSEWU — Agenda berkemah akhir pekan sekelompok remaja di bantaran Sungai Way Sekampung, Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berubah menjadi nestaka pilu. Aksi heroik dua pemuda yang berniat menyelamatkan rekan mereka yang terseret arus justru berakhir tragis setelah keduanya ikut tergulung derasnya aliran sungai. Setelah melakukan penyisiran intensif selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi kedua korban dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari titik awal lokasi kejadian.

Operasi pencarian massal yang melibatkan personel TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat adat setempat membuahkan hasil pada paruh kedua pencarian. Korban pertama, M Faris Alfitra (16), seorang pelajar SMK asal Pekon Tulung Agung, berhasil diangkat dari dasar sungai pada pukul 13.15 WIB. Berselang hampir dua jam kemudian, tepatnya pukul 15.05 WIB, tim penyelam berhasil menemukan jasad korban kedua, Agam Dino Putra (16), pelajar SMP asal Pekon Tegalsari. Kedua korban ditemukan mengapung di sekitar radius lokasi terakhir mereka dilaporkan hilang terseret arus sungai.

Sasis kronologi kejadian bermula ketika kedua korban bersama lima rekan sejawatnya mendirikan tenda untuk berkemah di tepi Sungai Way Sekampung. Petaka muncul saat mereka memutuskan untuk mandi di sungai; dua rekan korban yang tengah menaiki rakit bambu mendadak kehilangan kendali dan terseret arus pusaran air yang deras. Melihat situasi kritis tersebut, Faris dan Agam secara spontan melompat ke dalam sungai untuk memberikan pertolongan. Naas, meski dua rekan di atas rakit berhasil diselamatkan ke tepian, sasis fisik Faris dan Agam justru kalah kuat oleh hantaman arus sungai hingga keduanya tenggelam.

"Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian kedua korban secara tulus dan membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan proses autopsi. Pasca-evakuasi, jenazah langsung kami serahkan ke rumah duka masing-masing di Pekon Tulung Agung dan Pekon Tegalsari untuk segera dimakamkan," jelas Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra.

Evaluasi terhadap keselamatan aktivitas air di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Way Sekampung kini menjadi perhatian serius otoritas keamanan. Mengingat fluktuasi debit air yang sering meningkat mendadak, Polsek Gadingrejo mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat—khususnya kalangan remaja dan anak-anak—untuk membatasi aktivitas rekreasi air di kawasan sirkulasi arus deras jika tidak dibekali kemampuan berenang dan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Pengetatan pengawasan di area-area rawan bencana air dinilai mendesak guna mengantisipasi terulangnya kembali tragedi kemanusiaan serupa di wilayah hukum Pringsewu.

Post a Comment

Previous Post Next Post