BANDAR LAMPUNG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung secara agresif memanaskan mesin organisasi di sektor olahraga prestasi menjelang bergulirnya Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2026. Guna mengamankan posisi di klasemen papan atas, PWI Lampung menggelar seleksi mandiri berbasis kompetensi ketat untuk menjaring atlet jurnalis terbaik. Dua cabang olahraga (cabor) asah otak, yakni catur dan domino, menjadi fokus utama intervensi manajemen kontingen lantaran kedua sektor non-fisik ini dibebani target tinggi untuk menyumbang medali emas.
Pada klaster catur, proses seleksi diikuti oleh 20 jurnalis lintas media yang bersaing ketat memperebutkan kuota skuad utama. Manajer Cabor Catur PWI Lampung, Bey Sujarwo, menjelaskan bahwa sasis mentalitas dan ketajaman berpikir menjadi variabel penilaian paling krusial dalam seleksi kali ini. Bey, yang juga berprofesi sebagai advokat, menilai ada korelasi filosofis yang kuat antara catur, dunia hukum, dan jurnalisme, di mana akurasi strategi sebelum melangkah menentukan hasil akhir di atas papan. Berbekal reputasi historis Lampung sebagai lumbung pecatur tangguh, PWI Lampung membidik dominasi penuh dan menargetkan sapu bersih medali di ajang nasional tersebut.
Tensi kompetisi yang tidak kalah sengit juga tersaji pada sirkulasi seleksi cabor domino yang dikoordinatori oleh Septa Harian Pangga. Mengacu pada regulasi Porwanas 2026, cabang domino akan mempertandingkan dua nomor utama, yakni perorangan dan berpasangan, yang difilter ke dalam dua kelompok umur. Dari total 16 jurnalis yang mengikuti seleksi fase awal nomor berpasangan, tim pemandu bakat akan menyaring 6 pemain inti performa terbaik dan 2 pemain cadangan strategis untuk langsung masuk ke dalam program pemusatan latihan (training center).
Peningkatan target medali emas pada cabor domino dinilai realistis mengingat sasis prestasi Lampung terus menunjukkan grafik positif. Pada edisi Porwanas sebelumnya di Banjarmasin, tim domino jurnalis Lampung mampu menembus jajaran peringkat 8 besar nasional untuk kedua nomor yang dipertandingkan. Manajemen kontingen optimistis, lewat skema pemusatan latihan yang terukur dan disiplin pasca-seleksi, target minimal satu medali emas—khususnya pada kelompok usia produktif 27 hingga 40 tahun—dapat dikunci demi mengharumkan nama Provinsi Lampung di pentas nasional.
Post a Comment