KONI Lampung Barat Dorong Regenerasi Atlet Lewat Pejuang Siliwangi Cup II



LAMPUNG BARAT — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Barat memperkuat sasis pembinaan atlet usia dini guna mengamankan pasokan talenta potensial di cabang olahraga bela diri. Langkah strategis ini direalisasikan melalui pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Perguruan Pejuang Siliwangi Cup II Tahun 2026 yang dipusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) Soekarno, Kecamatan Sumberjaya. Ajang kompetisi regional yang diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai padepokan lintas kabupaten se-Provinsi Lampung ini diproyeksikan sebagai instrumen penjaringan atlet prestasi menyongsong kalender olahraga nasional ke depan.

Ketua KONI Kabupaten Lampung Barat, Muhammad Fadilah Irfan Mabsus, S.H., menegaskan bahwa konsistensi penyelenggaraan kejuaraan mandiri oleh perguruan silat merupakan pilar utama dalam menjaga mata rantai prestasi daerah. Otoritas olahraga mengapresiasi langkah taktis Perguruan Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Provinsi Lampung yang berani membuka keran kompetisi dari klaster usia dini hingga dewasa. Pendekatan ini dinilai efektif untuk melatih mental bertanding para atlet muda di bawah sasis regulasi resmi, sekaligus mengevaluasi hasil pemusatan latihan yang selama ini berjalan di masing-masing padepokan.

Selain fokus pada aspek peningkatan fisik dan capaian medali, kejuaraan yang mengusung tema "Raih Prestasi dengan Pencak Silat untuk Siliwangi Hebat Bermartabat" ini juga diadopsi sebagai media pembentukan karakter (character building) generasi muda. Melalui internalisasi nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap lawan di atas matras, pencak silat dipandang memiliki peran ganda; sebagai olahraga prestasi sekaligus tameng kultural dalam melestarikan warisan budaya luhur bangsa di tengah modernisasi.

"Atas nama KONI Kabupaten Lampung Barat, kami mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan ini. Semoga ajang dua hari ini mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi yang kelak mengharumkan nama Lampung Barat di tingkat regional maupun nasional. Kami menuntut seluruh pesilat dan juri menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan momen ini untuk mempererat solidaritas antarperguruan," ungkap Muhammad Fadilah Irfan Mabsus.

Hadirnya unsur pimpinan Forkopimcam, jajaran TNI-Polri, serta tokoh-tokoh pendekar kawakan dalam pembukaan kejuaraan ini memberikan legitimasi kuat terhadap kondusivitas iklim olahraga di Lampung Barat. Pasca-pelaksanaan kompetisi ini, tim pemandu bakat (talent scouting) dari KONI dan pengurus cabang terkait akan melakukan tabulasi data terhadap para jawara potensial. Evaluasi menyeluruh ini krusial dilakukan untuk menyusun sasis program pemusatan latihan daerah (pelatda) jangka panjang, demi memastikan kontinuitas raihan medali emas bagi Lampung Barat di kancah yang lebih bergengsi.

Post a Comment

Previous Post Next Post