Internalisasi Nilai Ideologi: Anggota DPRD Lampung Bidik Penguatan Wawasan Kebangsaan di Way Ratai



PESAWARAN — Parlemen daerah terus mengintensifkan upaya pembendungan arus radikalisme dan degradasi moral di tingkat akar rumput melalui penguatan pilar kebangsaan. Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Mustika Bahrum, SE., MM., menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Desa Wates, Kecamatan Way Ratai. Intervensi edukasi politik ini diarsiteki sebagai langkah preventif legislatif untuk merawat kohesi sosial sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga konsensus bernegara di tengah dinamisnya arus informasi digital.

Agenda yang mempertemukan unsur parlemen provinsi, jajaran struktural DPD Golkar Pesawaran, hingga aparatur pemerintah desa ini menggarisbawahi bahwa Pancasila tidak boleh sekadar menjadi ornamen teks normatif dalam dokumen negara. Mustika Bahrum, yang memegang mandat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III (Pesawaran, Pringsewu, Metro), menegaskan bahwa implementasi nilai-nilai luhur dasar negara wajib diejawantahkan secara riil dalam etos kerja dan kehidupan gotong royong sehari-hari. Penguatan sasis ideologi ini dinilai krusial untuk membentengi masyarakat dari infiltrasi paham yang bertentangan dengan konsensus nasional.

Secara taktis, forum dialogis ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang indoktrinasi nilai-nilai kebangsaan, melainkan juga bertindak sebagai wadah penyerapan aspirasi (reses) informal terkait ketimpangan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir dan pedalaman Pesawaran. Sebagai representasi rakyat di tingkat provinsi, Mustika berkomitmen untuk mengawal alokasi anggaran belanja daerah agar lebih berpihak pada pemenuhan fasilitas publik di Kecamatan Way Ratai. Langkah sinkronisasi ini diambil guna membuktikan bahwa keadilan sosial yang diamanatkan Pancasila hadir secara nyata dalam bentuk pembangunan fisik.

Keberlanjutan program pembinaan ideologi seperti ini diharapkan mampu melahirkan ketahanan sosial yang mandiri di tingkat desa. Kolaborasi aktif antara tokoh masyarakat, fungsionaris partai, dan pemuda desa menjadi kunci utama agar materi wawasan kebangsaan ini memiliki efek domino yang positif. Melalui integrasi antara pemahaman ideologi yang matang dan komitmen pembangunan infrastruktur yang merata, Pemerintah Provinsi dan DPRD Lampung optimis dapat mewujudkan stabilitas daerah yang kondusif demi menyokong akselerasi ekonomi makro di gerbang Sumatra.

Post a Comment

Previous Post Next Post