PESAWARAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Puncak peringatan dipusatkan di MTs Negeri 2 Pesawaran, Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang diisi berbagai edukasi, aksi sosial, dan unjuk kreativitas pelajar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam memastikan pemenuhan hak, perlindungan, serta pembentukan karakter anak demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., yang hadir mewakili Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M.. Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sunyoto, S.E., M.M., Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, S.E., M.M., Ketua DWP Mei Nurhayati Wildan, jajaran kepala OPD, tenaga pendidik, hingga ratusan pelajar dari tingkat TK, SD, SMP, MI, MTs, MAN, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Pesawaran.
Bukan Sekadar Seremoni: Penekanan Adab, Moral, dan Peran Keluarga
Dalam arahan yang dibacakan Wabup Antonius Muhammad Ali, Pemkab Pesawaran menegaskan bahwa peringatan HAN jangan sampai terjebak dalam seremoni tahunan belaka. Peringatan ini harus memicu kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem ruang tumbuh yang aman dan inklusif.
"Anak bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan fondasi utama masa depan bangsa. Keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita bina hari ini," ujar Wabup.
Wabup juga menyoroti pentingnya penanaman adab dan nilai keagamaan sejak dini. Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan keluhuran akhlak, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kepedulian sosial.
"Kita ingin anak-anak bukan hanya mengejar nilai akademik, melainkan memiliki adab dan akhlak yang baik. Hormati orang tua, hormati guru, dan sayangi sesama. Ilmu tanpa adab akan kehilangan maknanya," tegasnya.
Aksi Sosial, Pentas Inklusif, dan Penyerahan Bantuan Stunting
Suasana peringatan berlangsung semarak dengan penampilan seni anak-anak, termasuk pertunjukan drama musikal dan Tari Nusantara yang dibawakan secara memukau oleh para pelajar dari SLB Sinar Hafizah.
Secara khusus, Wabup memberikan motivasi dan dorongan moral kepada para pelajar penyandang disabilitas agar pantang menyerah meraih cita-cita.
"Tidak ada yang tidak mungkin selama ada kemauan dan kerja keras. Setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berprestasi serta memberi manfaat bagi bangsa," pesannya.
Rangkaian acara HAN ke-42 Pesawaran diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng, penyerahan santunan bagi anak yatim piatu dan disabilitas, penyaluran bantuan pangan bagi keluarga berisiko stunting, pembacaan deklarasi Suara Anak Indonesia, serta pembagian doorprize.
Post a Comment