Hanya Diikuti Dua Murid Baru, MPLS SDN 1 Gedung Meneng Tetap Bergulir di Bawah Atap Lapuk



BANDAR LAMPUNG — Realitas kontras di sektor pendidikan perkotaan terekam jelas pada hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 di Kota Bandar Lampung. Ketika sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) favorit dipadati ratusan pendaftar, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, justru berlangsung sunyi. Sekolah yang berlokasi di Jalan Lada III Nomor 19 ini tercatat hanya berhasil menjaring dua murid baru untuk mengisi bangku kelas I.

Meski jumlah peserta didik baru sangat minim, hari pertama MPLS pada Senin, 13 Juli 2026 tersebut tetap dilaksanakan demi menghargai hak belajar anak. Dua siswi yang menjadi tumpuan harapan baru sekolah itu tampak mengenakan seragam merah putih dan mengikuti rangkaian orientasi dengan antusias, didampingi orang tua, para guru, serta segelintir kakak kelas mereka.

Penyusutan Populasi Siswa dan Degradasi Fisik Bangunan

Kondisi sepi peminat di SDN 1 Gedung Meneng bukan terjadi secara instan, melainkan gambaran akumulatif dari penurunan kepercayaan publik di wilayah sekitar. Saat ini, total keseluruhan siswa dari kelas I hingga kelas VI di sekolah tersebut hanya tersisa sekitar 45 anak.

  • Kelas I: 2 siswa

  • Kelas II: 6 siswa

  • Kelas III: 5 siswa

  • Kelas IV: 7 siswa

  • Kelas V: 14 siswa

  • Kelas VI: 10 siswa

Ironisnya, tantangan minimnya jumlah murid diperparah oleh kondisi sarana dan prasarana sekolah yang kian memprihatinkan. Beberapa ruang kelas tampak mengalami kerusakan struktural yang butuh intervensi perbaikan cepat. Bahkan, di beberapa sudut ruangan, pihak sekolah terpaksa menutupi bagian plafon yang jebol menggunakan lembaran kardus seadanya demi menjaga keselamatan siswa dari potensi runtuhan material saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Suara Wali Murid: Antara Kepasrahan Geografis dan Harapan

Bagi sebagian orang tua, menyekolahkan anak di sekolah yang minim fasilitas dan siswa merupakan keputusan yang pragmatis namun penuh harap. Andi Irawan, wali murid dari Fatimah (salah satu murid baru kelas I), mengaku tetap bangga menyekolahkan putrinya di sana. Ia berharap sekolah ini dapat berbenah agar kembali diminati oleh masyarakat sekitar pada tahun-tahun mendatang.

Senada dengan Andi, Vita, wali murid lainnya, menjelaskan bahwa faktor kedekatan geografis dengan tempat tinggal menjadi alasan utama di balik keputusannya.

"Bagi saya, semua sekolah dasar pada dasarnya memiliki kurikulum yang sama. Yang terpenting adalah bagaimana menumbuhkan semangat belajar di dalam diri anak itu sendiri. Saya memilih sekolah ini karena lokasinya sangat dekat dari rumah, sehingga memudahkan pengawasan sehari-hari," tutur Vita.

Edukasi Pola Hidup Sehat di Tengah Keterbatasan

Menyikapi keterbatasan yang ada, para pendidik di SDN 1 Gedung Meneng memilih untuk fokus pada pendekatan personal dan penguatan karakter anak serta orang tua. Perwakilan guru, Rita, menyambut hangat kedua siswi baru tersebut dan meyakinkan mereka agar tidak merasa minder atau takut selama menuntut ilmu.

Selain pengenalan lingkungan fisik, momentum MPLS ini juga dimanfaatkan sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan keluarga secara langsung kepada orang tua murid. Guru SDN 1 Gedung Meneng, Ari, secara khusus mengimbau para orang tua agar membiasakan anak-anak mereka membawa bekal air putih dari rumah guna menekan konsumsi minuman kemasan instan.

Langkah persuasif ini diharapkan dapat menjaga kesehatan fisik anak sejak dini. Kendati demikian, potret SDN 1 Gedung Meneng ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung dalam melakukan pemerataan sebaran siswa baru serta percepatan renovasi sekolah marginal di wilayah perkotaan.

Post a Comment

Previous Post Next Post