LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung secara progresif memperkuat sasis ketahanan pangan daerah melalui intervensi teknologi pertanian tepat guna. Langkah taktis ini diwujudkan lewat peninjauan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Wakil Bupati Azwar Hadi terhadap implementasi program Pupuk Hayati Cair (PHC) di Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Skema adopsi pupuk organik modern ini terbukti efektif menjadi solusi konkret bagi para petani dalam menekan biaya produksi sekaligus memacu produktivitas lahan secara signifikan.
Dalam forum dialog interaktif di lapangan, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tebing, Yakup, memaparkan sasis keberhasilan uji coba PHC secara komparatif. Berdasarkan sirkulasi panen terakhir, komoditas singkong yang diintervensi menggunakan formulasi PHC terbukti menghasilkan volume umbi yang jauh lebih besar dan berbobot dibanding metode konvensional. Dampak positif serupa juga terdeteksi pada klaster tanaman perkebunan kelapa sawit yang mengalami akselerasi fase pertumbuhan vegetatif secara optimal. Keberhasilan ini memicu antusiasme tinggi dari 18 kelompok tani di Desa Tebing yang kini menyatakan kesiapannya bermigrasi menggunakan PHC.
Otoritas desa setempat menyambut positif keberpihakan kebijakan pemprov yang langsung menyentuh sasis operasional di tingkat tapak. Kepala Desa Tebing, Ismail, menegaskan komitmen jajarannya untuk mengawal distribusi logistik PHC agar tepat sasaran ke seluruh kelompok tani di wilayahnya. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dinilai menjadi stimulus moral dan motivator kuat bagi masyarakat peladang untuk meningkatkan kuantitas produksi pertanian, di tengah bayang-bayang ancaman degradasi kesuburan tanah akibat ketergantungan pupuk kimia jangka panjang.
"Harga komoditas seperti padi, jagung, maupun singkong di pasar sering kali mengalami fluktuasi yang tidak stabil. Di sinilah fungsi kehadiran pemerintah untuk memastikan biaya produksi di tingkat petani menjadi lebih efisien melalui substitusi PHC. Jika biaya operasional bisa kita tekan dan hasil tonase panen justru meningkat, maka kualitas pendapatan petani otomatis akan naik, yang kemudian berujung pada penguatan daya beli dan perbaikan kualitas pendidikan anak-anak mereka," tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Melalui cetak biru program PHC ini, Pemprov Lampung membidik target makro yang lebih luas, yakni pengentasan kemiskinan berbasis ketahanan pangan keluarga. Sasis kesejahteraan petani diposisikan sebagai fondasi utama dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung. Pasca-kunjungan kerja di Kecamatan Melinting ini, dinas pertanian terkait diarahkan untuk melakukan tabulasi berkala serta pendampingan teknis intensif, guna memastikan formulasi pupuk hayati cair ini dapat direplikasi secara masif di seluruh kabupaten lumbung pangan se-Provinsi Lampung.
Post a Comment