Lampung Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,28 Persen, Gubernur Mirza Tantang HIPMI Cetak Pengusaha Masuk Desa

 


BANDAR LAMPUNG – Sirkuit pertumbuhan ekonomi regional Sumatera bagian selatan kini berada dalam momentum puncaknya. Menyambut pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menggelar jamuan makan malam strategis (gala dinner) di Mahan Agung, Rumah Dinas Jabatan Gubernur, Selasa malam (9/6/2026).

Hajatan nasional bertema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional” ini menjadi magnet berkumpulnya sekitar 3.000 delegasi, investor, dan pengurus daerah dari 38 provinsi di Indonesia. Konvensi akbar ini diproyeksikan membuka lembaran baru peta bisnis nasional karena dijadwalkan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sekaligus menjadi arena suksesi kepemimpinan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI mendatang.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal—yang juga mantan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Lampung—menyatakan rasa bangga atas kepercayaan makro yang diberikan pusat kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Bagi Gubernur Mirza, munas bukan sekadar ajang sirkuit transaksional suara pemilihan ketua baru, melainkan wadah transfer energi dan konsolidasi gagasan pasca-konvensi.

“Munas memiliki esensi yang jauh lebih besar daripada sekadar suksesi kepemimpinan. Ada fluktuasi energi luar biasa yang dibawa oleh BPD-BPD se-Indonesia saat kembali ke daerahnya untuk menggerakkan roda ekonomi nasional. Semoga atmosfer Lampung mampu melipatgandakan energi tersebut,” urai Gubernur Mirza di hadapan ratusan tokoh usaha nasional.

Lompatan Ekonomi Lampung: Salip Pertumbuhan Nasional dan Statistik Bali

Di hadapan barisan pengusaha, Gubernur Mirza memaparkan sasis fundamental ekonomi Lampung yang tengah mencatatkan tren fluktuasi positif yang sangat agresif. Bumi Ruwa Jurai sukses membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen. Capaian ini menjadi tonggak sejarah karena berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir sepuluh tahun terakhir.

Dua sasis lokomotif utama yang mendongkrak performa impresif tersebut adalah sektor pertanian dan pariwisata. Sepanjang tahun lalu, angka kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung melonjak drastis menyentuh angka 10 juta kunjungan, sebuah statistik yang secara fungsional berhasil melampaui volume kunjungan wisata ke Pulau Bali.

Menurutnya, denyut ekonomi akar rumput ini dipicu oleh intervensi kebijakan ekonomi nasional bottom-up di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mendongkrak harga komoditas perkebunan serta memicu lonjakan indeks daya beli masyarakat perdesaan secara signifikan.

Kendati demikian, gubernur melempar sasis tantangan terbuka terkait kesiapan sumber daya manusia di tingkat lokal yang belum sepenuhnya taktis mengelola potensi investasi secara mandiri. Ia mendesak HIPMI untuk tidak hanya bermain di sirkuit perkotaan, melainkan fungsional turun menjadi inkubator wirausaha hingga ke klaster desa dan kecamatan.

“Tidak ada formula lain untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah kecuali dengan mencetak pengusaha baru. Saya menantang HIPMI untuk melahirkan embrio-embrio entrepreneur tangguh langsung dari tingkat desa,” tegas Mirza taktis.

Apresiasi Pusat dan Seruan "Bertanding untuk Bersanding" Tokoh Senior

Kesiapan total aparatur pemerintah daerah mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari. Ia menegaskan bahwa koordinasi cepat dan dukungan sasis logistik dari Gubernur Mirza bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung sangat andal dalam mengawal sirkuit protokoler dan teknis menjelang kedatangan Kepala Negara.

Di sisi lain, nuansa historis munas diperkuat oleh kehadiran Founder HIPMI sekaligus Mantan Menteri Tenaga Kerja, Abdul Latief. Menengok silsilah pendirian organisasi pada tahun 1972, ia mengingatkan bahwa cetak biru (blueprint) awal HIPMI adalah melahirkan pengusaha nasionalis-patriotik yang fungsional menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui penguasaan sasis industri hilirisasi.

Abdul Latief mengapresiasi posisi tawar HIPMI yang kian strategis dalam sirkulasi kekuasaan ekonomi nasional, di mana sebanyak 12 kader terbaik organisasi saat ini dipercaya memperkuat jajaran Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Menghadapi tensi pemilihan bursa ketua umum yang mempertemukan empat kandidat, tokoh senior ini menggaungkan kembali falsafah sakral organisasi: "Abang yang tua dihormat, yang muda disayang".

“Ingat sasis dasar kita: bertanding untuk bersanding. Siapa pun yang tidak keluar sebagai pemenang dari empat kandidat nanti, dilarang mutung (patah arang). Semua harus duduk bersama kembali, merapatkan barisan, dan bersanding demi mengawal program hilirisasi ekonomi pemerintah,” pungkas Abdul Latief menutup amanatnya.

Acara ramah tamah VIP ini turut dihadiri oleh deretan pejabat tinggi negara, antara lain Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota DPR RI Muhammad Kadafi, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Heldy Satrya Putera, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, serta Sekretaris Provinsi Marindo Kurniawan. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post