TULANG BAWANG BARAT – Musibah kebakaran hebat melanda fasilitas perekonomian masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Pasar Desa yang terletak di Tiyuh (Desa) Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, luluh lantak diamuk si jago merah pada Selasa (2/6/2026) siang. Korbaran api yang membesar dengan cepat meratakan sekitar separuh dari total area bangunan kios di pasar tersebut.
Insiden ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan pedagang dan warga sekitar. Di tengah kepulan asap hitam yang membubung tinggi dan kobaran api yang terus menjalar, para pedagang secara dramatis saling bahu-membahu berupaya menyelamatkan sisa barang dagangan mereka ke tempat yang lebih aman sebelum hangus terbakar.
Kronologi Kejadian dan Kendala Penjinakan Api di Lapangan
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, petaka kebakaran ini pertama kali diendus oleh warga setempat sekitar pukul 14.45 WIB. Konstruksi bangunan kios yang sebagian besar semipermanen serta banyaknya material mudah terbakar di dalam pasar membuat api dengan sangat cepat meluas dan mengepung kompleks pertokoan.
Besarnya skala kebakaran membuat proses penjinakan api berjalan dramatis dan memakan waktu yang cukup lama. Upaya pemadaman total baru bisa diselesaikan secara penuh hingga larut malam akibat terkendala material ruko yang roboh dan mengunci titik bara api di bagian bawah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tubaba, Sudjatmiko, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan darurat dari warga, pihaknya langsung menggerakkan strategi pemadaman terintegrasi dengan memobilisasi seluruh kekuatan armada dari berbagai posko terdekat.
“Kami langsung menerjunkan empat unit armada pemadam kebakaran berkekuatan penuh beserta 22 personel taktis ke lokasi kejadian untuk melakukan lokalisir api, pemadaman, hingga proses pendinginan,” urai Sudjatmiko saat memberikan keterangan pers.
Armada pencegat api tersebut dikerahkan secara simultan dari tiga posko strategis, yakni Pos Candra Mukti, Pos Pemda, dan Pos Lambu Kibang. Berkat perjuangan keras petugas yang berjibaku di lapangan selama hampir enam jam, amuk massa api akhirnya berhasil dikendalikan dan dijinakkan secara total sekitar pukul 20.30 WIB.
Petugas Siagakan Personel Antisipasi Titik Api Susulan
Pasca-api utama berhasil dipadamkan, tim Damkar Tubaba tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas langsung melanjutkan tindakan dengan melakukan proses pendinginan (cooling) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada sisa bara api tersembunyi di balik puing-puing bangunan yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Meskipun api secara umum telah berhasil dipadamkan pada malam hari, personel kami tetap disiagakan untuk berjaga di lokasi kejadian demi mengantisipasi munculnya kembali titik-titik api dari sisa material bangunan yang terbakar,” tambah Sudjatmiko tegas.
Di sisi lain, perwakilan otoritas setempat, Ahmad Nawawi, memaparkan bahwa terkait dengan kerugian material total maupun penyebab pasti dari munculnya percikan api pertama, hingga kini belum dapat disimpulkan secara prematur. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya hal tersebut pada ranah hukum forensik kepolisian.
“Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Kami masih harus menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang dan kepolisian setempat,” pungkas Ahmad Nawawi menutup keterangannya. (***)
Post a Comment