Ratusan Siswa SMAN 1 Liwa Tembus PTN, Kadisdikbud Lampung: Bukti Anak Daerah Mampu Bersaing di Kancah Nasional

 


LIWA – Capaian gemilang ditorehkan oleh SMAN 1 Liwa, Kabupaten Lampung Barat, dalam seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026. Sekolah menengah atas tertua di bumi sekala brak ini sukses meloloskan ratusan alumnus ke berbagai universitas elit di Indonesia. Prestasi ini memantik apresiasi mendalam dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H.

Secara khusus, Thomas memberikan impresi tinggi atas keberhasilan Annisa Fitri Salsabilla, siswi SMAN 1 Liwa yang sukses menembus Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Terlebih, Annisa tercatat sebagai penerima beasiswa penuh dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Bagi Thomas, kabar kelulusan ini bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas, melainkan sebuah pembuktian moral yang berhasil mematahkan stigma negatif mengenai keterbatasan pendidikan di wilayah periferi atau pedalaman.

“Masuk Kedokteran Gigi Unsyiah lewat jalur SNBT itu kompetisinya sangat ketat di tingkat nasional. Capaian Annisa ini menjadi jawaban telak yang mematahkan anggapan bahwa anak daerah sulit bersaing dengan siswa dari kota-kota besar. Ini bukti nyata, dengan kemauan kuat dan bimbingan tepat, batas geografis bukan penghalang,” tegas Thomas Amirico di Bandar Lampung, Minggu (31/5/2026).

Formula Sukses SMAN 1 Liwa Jadi Prototipe Sekolah Lain

Ledakan prestasi SMAN 1 Liwa pada musim seleksi tahun ini dipastikan bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja sistematis yang terstruktur sejak dini.

Selain Annisa, sekolah ini juga sukses mengantarkan Diah Ayu Putri Permata Aji ke Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu (Unib) serta Bella Aufa Atiqah ke Jurusan Kedokteran Hewan Unsyiah.

Secara akumulatif, ratusan lulusan SMAN 1 Liwa tersebar di berbagai klaster jalur masuk PTN formal, dengan rincian:

  • 60 siswa via Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP)

  • 47 siswa via Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT)

  • 19 siswa via Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN)

  • 19 siswa menembus Politeknik Kesehatan (Poltekkes)

  • 7 siswa lolos Penelusuran Angka Nilai Politeknik Negeri Lampung (PAN Polinela)

Nama-nama besar kampus bereputasi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Lampung (Unila), hingga Institut Teknologi Sumatera (ITERA) turut menjadi pelabuhan studi para siswa setempat.

Kadisdikbud menilai, SMAN 1 Liwa telah berhasil meramu formula akademik yang ideal. Adanya bimbingan belajar intensif, simulasi ujian (try out) berkala, keaktifan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memetakan potensi siswa, serta dukungan penuh wali murid menjadi pilar penyokong keberhasilan ini.

Thomas menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru di Provinsi Lampung untuk meniru formula tersebut dengan menerapkan sistem jemput bola (proaktif). Sekolah diminta mendampingi siswa sejak kelas X untuk memetakan target program studi serta membedah ambang batas nilai (passing grade).

Pesan untuk Siswa: Hancurkan Batas di Dalam Kepala

Mengomentari foto kelulusan Annisa yang kini menjadi sumber motivasi di kalangan pelajar Lampung Barat, Thomas menitipkan pesan emosional kepada ribuan siswa SMA di daerah agar tidak memiliki mentalitas minder. Menurutnya, modal utama kelulusan bukanlah bimbingan belajar (bimbel) eksklusif yang mahal, melainkan kedisiplinan harian serta mentalitas yang tidak tumbang saat menghadapi kegagalan simulasi ujian.

Kendati demikian, Thomas mengingatkan bahwa perjuangan yang sesungguhnya baru akan dimulai ketika para siswa resmi menyandang status mahasiswa dan memegang Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Ia menekankan pentingnya komitmen jangka panjang bagi anak-anak daerah untuk kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan masa studi tinggi mereka di luar provinsi.

“Anak Lampung harus berani bermimpi tinggi. Namun, mimpi itu belum selesai saat kamu diterima di kampus impian. Mimpi itu baru benar-benar tuntas ketika kamu pulang dan membangun daerahmu sendiri. Jadilah dokter, insinyur, atau guru yang suatu saat nanti membuka praktik atau mengajar di Liwa, di Krui, atau di Kotabumi. Annisa sudah membuka jalannya, sekarang giliran adik-adik kelasnya untuk melampaui capaian tersebut,” pungkas Thomas Amirico normatif. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post