BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) tancap gas mempersiapkan pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026. Langkah ini diambil guna mempertahankan dan meningkatkan tren positif Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang menjadi barometer kualitas data daerah.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Diskominfotik Provinsi Lampung, Elip Heldan, di Ruang Command Center, Kamis (9/4/2026), terungkap bahwa capaian IPS Lampung mengalami kenaikan signifikan. Dari angka 1,89 (Kategori Cukup) pada tahun 2023, melonjak menjadi 2,62 (Kategori Baik) pada tahun 2024.
Momentum Penguatan Tata Kelola
Sekretaris Diskominfotik, Elip Heldan, menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan akhir dari perjuangan, melainkan momentum untuk melakukan reviu mendalam terhadap konsistensi penerapan standar data dan optimalisasi peran walidata.
"Capaian IPS kita telah naik menjadi 'Baik'. Namun, evaluasi 2026 adalah tantangan baru untuk memperkuat pemanfaatan big data dan memastikan ekosistem data kita benar-benar terintegrasi secara nasional untuk mendukung kebijakan yang tepat sasaran," ujar Elip.
Fokus Penilaian EPSS 2026
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan, EPSS tahun 2026 akan memfokuskan penilaian pada dua instansi strategis baru sebagai objek penilaian:
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung
Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung
Ketua Tim EPSS Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Muhamad Septa Utama, menjelaskan bahwa tantangan utama tahun 2026 adalah menjaga agar proses statistik tetap standar, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik sesuai prinsip Satu Data Indonesia (SDI).
Manajemen Bukti dan Digitalisasi Penilaian
Septa menambahkan, proses penilaian mandiri oleh Tim Penilai Internal (TPI) akan didorong melalui penggunaan aplikasi SIMBATIK. Hal ini dilakukan untuk memastikan manajemen bukti dukung lebih transparan dan akuntabel. Setiap unit kerja diminta proaktif dalam mengawal kualitas pelayanan publik di bidang statistik.
Dengan kolaborasi solid antara Diskominfotik selaku walidata dan BPS sebagai pembina, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis tata kelola statistik sektoral akan semakin matang. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi akurasi perencanaan pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.
Post a Comment