Dibalik Kontroversi Muli Mekhanai Pesawaran 2026: Anggaran Cekak, Seleksi Ditiadakan?

 


PESAWARAN – Dunia pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Pesawaran tengah diguncang polemik. Keputusan Dinas Pariwisata setempat untuk meniadakan ajang kompetisi Muli Mekhanai tahun 2026 dan menggantinya dengan sistem penunjukan langsung memicu gelombang kekecewaan dari berbagai elemen masyarakat.

Langkah instan ini diambil dengan dalih keterbatasan anggaran daerah. Padahal, pemilihan Muli Mekhanai selama ini dianggap sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda Bumi Andan Jejama untuk mengasah potensi sekaligus menjadi garda terdepan promosi wisata daerah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran, Hendra Sulistianto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menunjuk empat pasang perwakilan dari kalangan mahasiswa yang dinilai layak. Menurutnya, proses seleksi terbuka tidak bisa dilaksanakan karena kendala finansial.

"Kita sudah menunjuk 4 pasang muli mekhanai dari mahasiswa yang dianggap layak. Tidak melaksanakan pemilihan (seleksi) karena terbentur anggaran," jelas Hendra, Senin (20/4/2026).

Namun, pernyataan Hendra yang menyinggung soal rentetan prestasi Pesawaran justru memicu api kontroversi. "Masalah menang atau kalah, masak kita mau menang terus. Kita sudah 10 kali menang, masak mau menang terus," tambahnya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat reaksi pedas dari Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Pesawaran, Samsul Bahri. Ia menilai alasan anggaran tidak seharusnya mematikan proses pembinaan SDM yang sudah mapan selama bertahun-tahun.

"Ini bukan sekadar seremonial. Biasanya seleksi dimulai dari tingkat kecamatan hingga sekolah. Ada proses panjang untuk mendorong potensi daerah. Kemenangan 10 kali berturut-turut di tingkat provinsi itu hasil kerja keras, bukan kebetulan," tegas Samsul.

Lebih lanjut, Samsul mengkhawatirkan sistem penunjukan langsung akan mendegradasi semangat kompetisi dan kualitas duta wisata yang dihasilkan. Padahal, sebagai pemenang, mereka memiliki tanggung jawab besar mempromosikan keunggulan pariwisata Pesawaran ke kancah yang lebih luas.

Publik kini berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran mengevaluasi kembali kebijakan tersebut. Mengingat peran vital Muli Mekhanai sebagai investasi jangka panjang dalam pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata daerah, penghapusan proses seleksi dianggap sebagai langkah mundur bagi kabupaten yang dikenal sebagai gudang prestasi ini.

Post a Comment

Previous Post Next Post