BANDAR LAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Bandar Lampung melakukan terobosan dalam penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Uji coba perdana dengan metode prasmanan ini dilaksanakan di SDN 2 Sawah Brebes, Selasa (31/3/2026), sebagai langkah meningkatkan standar layanan bagi para siswa.
Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, S.Pd., bersama Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jakob Tilukay, S.I.K., M.Si., serta Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kota Bandar Lampung, Fera Alfret Tilukay.
Menu Lebih Segar dan Hangat
Kepala Disdikbud Eka Afriana menjelaskan bahwa transisi dari pola makanan kemasan (omprengan) ke sistem prasmanan bertujuan untuk memastikan kualitas makanan tetap optimal saat dikonsumsi siswa. Inovasi ini menjawab evaluasi terkait kondisi kesegaran makanan yang seringkali menurun jika dikemas terlalu lama sebelum jam makan siang.
“Metode prasmanan ini adalah upaya memberikan layanan terbaik. Anak-anak terlihat lebih menikmati karena nasi disajikan masih hangat dan lauk dalam kondisi segar atau freshcare. Ini menjadi solusi untuk meningkatkan kepuasan penerima manfaat di Bandar Lampung,” ujar Eka Afriana, yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bandar Lampung.
Antusiasme 568 Penerima Manfaat
Kepala SPPG Polresta Bandar Lampung wilayah Tanjungkarang Timur 3, Leti Kristia Melania, menyebutkan bahwa sebanyak 568 siswa di SDN 2 Sawah Brebes menjadi sasaran program ini. Peluncuran metode prasmanan ini sekaligus menandai peresmian (launching) operasional SPPG Polresta Bandar Lampung dalam mendukung program gizi nasional.
Senada dengan hal tersebut, Fera Alfret Tilukay saat berinteraksi dengan para siswa mendapati respon positif. Para siswa mengaku lebih menyukai pola prasmanan karena rasa makanan yang lebih lezat dan terjaga suhunya.
Evaluasi untuk Replikasi Luas
Hasil dari uji coba di SDN 2 Sawah Brebes ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Polresta. Jika terbukti efektif dalam menjaga kualitas gizi dan efisiensi penyajian, metode prasmanan direncanakan akan direplikasi ke sekolah-sekolah lain di wilayah Bandar Lampung.
“Inovasi ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan kalori siswa, tetapi juga memberikan pengalaman makan yang menyenangkan dan higienis bagi anak-anak kita,” pungkas Eka Afriana.
Post a Comment