Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Dua Korban Terseret Arus Sungai Way Umpu dalam Kondisi Meninggal Dunia

 


WAY KANAN – Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan selama dua hari terakhir membuahkan hasil. Dua orang warga yang dilaporkan terseret arus Sungai Way Umpu, Feri (20) dan Mawan (22), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu pagi (28/3/2026).

Penemuan ini dikonfirmasi langsung oleh Komandan Regu B BPBD Way Kanan, Leo Saputra. Kedua korban ditemukan mengapung di aliran hilir sungai, tepatnya di wilayah Kampung Tanjung Dalom, Kabupaten Way Kanan.

Penemuan 5 Kilometer dari Titik Awal

Setelah dilakukan perluasan area pencarian oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan bersama Basarnas Tulang Bawang, kedua jenazah ditemukan pada jarak kurang lebih 5 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

Sebelumnya, musibah terjadi pada Kamis (26/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Tiga pemuda asal Say Umpu Swakarsa SP3 terseret arus saat beraktivitas di sungai. Satu orang rekan korban, Septa (20), berhasil menyelamatkan diri, sementara Feri dan Mawan hilang terbawa arus yang cukup kuat.

Kendala Arus dan Perluasan Pencarian

Proses pencarian sempat terkendala oleh kondisi arus sungai yang fluktuatif. Pada Jumat siang, tim sempat memfokuskan pencarian di radius 400 meter dari titik nol, sebelum akhirnya memperluas area hingga ke arah hilir pada Sabtu pagi guna menyisir kemungkinan korban tersangkut atau terbawa lebih jauh.

Jenazah kedua korban telah dievakuasi oleh petugas dan segera diserahkan kepada pihak keluarga di Say Umpu Swakarsa SP3, RT/RW 04/01, untuk proses pemakaman.

Imbauan Kewaspadaan Musim Penghujan

Menyikapi musibah ini, BPBD Way Kanan mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, terutama mereka yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang bantaran sungai. Mengingat curah hujan yang masih tinggi, debit air sungai dapat meningkat secara mendadak.

Pesan Keselamatan BPBD:

  • Pantau Debit Air: Hindari mendekati tepian sungai saat hujan deras berlangsung di wilayah hulu.

  • Tingkatkan Kewaspadaan: Arus sungai dapat meningkat secara tiba-tiba meskipun di lokasi sekitar tidak sedang hujan.

  • Utamakan Keselamatan: Kurangi aktivitas di air (memancing atau mandi) tanpa alat keselamatan yang memadai selama cuaca ekstrem.

"Keselamatan adalah yang utama. Kami berharap masyarakat lebih waspada agar musibah serupa tidak terulang kembali di masa mendatang," pungkas Leo Saputra.

Post a Comment

Previous Post Next Post