Sentuhan Kemanusiaan Mahasiswa: FORKOM KIP-K Unila Salurkan Bantuan untuk Anak Korban ODGJ di Pringsewu

 


PRINGSEWU – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh kalangan akademisi Lampung. Forum Komunikasi (FORKOM) Bidikmisi/KIP-Kuliah Universitas Lampung (Unila) menyalurkan bantuan tali asih kepada Dimas Fais Fernanda (11), bocah malang yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

Bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan mahasiswa, Rini Dwi Tiara Putri dan Tri Bintang, kepada pihak keluarga korban di kediaman mereka, Pekon Way Ngison, Jumat (27/3/2026).

Bentuk Solidaritas Mahasiswa

Rini Dwi Tiara Putri menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan inisiatif spontan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa untuk membantu meringankan beban biaya perawatan medis yang cukup besar bagi keluarga korban.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan bantuan tali asih sebesar Rp2 juta. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat bagi proses pemulihan Dimas. Kami mendoakan agar ia segera pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujar Rini saat mengunjungi rumah korban.

Harapan Keluarga Korban

Ibu korban, Najimah, menyambut haru kehadiran para mahasiswa tersebut. Di tengah musibah yang menimpa putranya, dukungan dari berbagai pihak—termasuk kalangan mahasiswa—menjadi penyemangat tersendiri bagi pihak keluarga.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian anak-anak mahasiswa Unila. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT. Harapan kami hanya satu, semoga Dimas segera membaik dan bisa bermain lagi seperti biasa,” ucap Najimah dengan nada bergetar.

Refleksi Kepedulian Sosial

Peristiwa tragis yang menimpa Dimas Fais Fernanda telah memicu gelombang simpati dari berbagai elemen masyarakat di Lampung, mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi kemahasiswaan. Langkah yang diambil FORKOM KIP-K Unila ini menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada akademis, tetapi juga responsif terhadap masalah kemanusiaan di lingkungan sekitar.

Hingga saat ini, dukungan terus mengalir bagi kesembuhan Dimas, sekaligus menjadi pengingat bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan penanganan ODGJ di wilayah permukiman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Post a Comment

Previous Post Next Post