Syukron Muchtar Kembali ke Almamater, Berikan Motivasi dan Pembinaan Keagamaan dalam Pesantren Kilat SMA YP Unila

 


BANDAR LAMPUNG, 7 Maret 2026 – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Syukron Muchtar, memberikan warna berbeda dalam kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) di SMA YP Unila Bandar Lampung, Rabu-Kamis (4-5/3). Kembali ke sekolah yang pernah membesarkannya, Syukron hadir untuk berbagi ilmu mengenai Tauhid dan Fiqh kepada ratusan siswa kelas X dan XI.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh karakter religius siswa di tengah arus modernisasi, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam meraih cita-cita.

Tauhid dan Fiqh: Fondasi dan Panduan Hidup Dalam pemaparannya, Syukron menjelaskan bahwa Tauhid adalah akar dari segala tindakan seorang muslim, sementara Fiqh adalah panduan operasional agar ibadah yang dilakukan sah secara hukum agama.

“Tauhid sangat penting agar kita memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah sebagai bekal utama meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara itu, Fiqh memastikan setiap gerakan ibadah kita benar sesuai tuntunan syariat. Keduanya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam keseharian,” ujar Syukron di hadapan para siswa dan dewan guru.

Apresiasi dari Almamater Kepala SMA YP Unila menyampaikan rasa bangga atas kesediaan Syukron Muchtar meluangkan waktu di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat untuk membimbing adik-adik kelasnya. Kehadirannya dinilai memberikan dampak psikologis yang positif bagi para siswa.

“Kami bangga memiliki alumni yang tidak lupa dengan akarnya. Kehadiran Syukron menjadi bukti bagi siswa kami bahwa pendidikan agama yang kuat bisa menjadi modal besar untuk sukses di jalur pengabdian mana pun, termasuk politik,” ungkap kepala sekolah.

Motivasi Masa Depan Selain materi agama, Syukron juga menyuntikkan semangat kepada para pelajar agar gigih belajar dan berani bermimpi besar. Ia menegaskan bahwa masa depan Lampung berada di tangan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas secara spiritual.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para siswa tampak antusias berdiskusi mengenai tantangan menjaga ibadah di tengah kesibukan sekolah.

Post a Comment

Previous Post Next Post