BANDAR LAMPUNG, 9 Maret 2026 – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Sidik Efendi, menegaskan bahwa momentum bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di tingkat akar rumput. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila bertema “Saling Membantu kepada Sesama Umat di Bulan Ramadhan” yang digelar di wilayah Sukarame, Minggu (8/3).
Sidik menilai, antusiasme masyarakat dalam berbagi dan membantu sesama selama bulan puasa adalah manifestasi hidup dari Sila Kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," serta Sila Kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."
Kemanusiaan di Bulan Suci Dalam pemaparannya, Sidik Efendi menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks formal, melainkan perilaku kolektif yang harus hadir saat melihat kesulitan sesama. Ia mendorong warga untuk tidak hanya fokus pada ritual ibadah pribadi, tetapi juga meningkatkan kepekaan sosial.
“Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat nilai kebersamaan. Dengan saling membantu mereka yang membutuhkan, kita tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga secara otomatis mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam membangun tatanan sosial yang harmonis,” ujar Sidik Efendi di hadapan warga.
Dialog dan Penguatan Solidaritas Kegiatan yang dihadiri oleh tokoh pemuda dan masyarakat sekitar ini berlangsung interaktif. Sidik mengajak peserta diskusi untuk merefleksikan tantangan sosial di lingkungan sekitar, seperti pentingnya menjaga kerukunan antar-umat beragama dan memastikan tidak ada warga yang luput dari jaring pengaman sosial komunitas selama Ramadan.
Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi intisari Pancasila merupakan benteng pertahanan utama masyarakat dalam menghadapi berbagai dinamika sosial saat ini.
Komitmen Wakil Rakyat Sebagai bagian dari fungsi pembinaan karakter bangsa, Sidik Efendi berkomitmen untuk terus mensosialisasikan pentingnya wawasan kebangsaan agar persatuan dan kesatuan di Bandar Lampung tetap terjaga.
“Dengan memperkuat rasa persaudaraan, kita sedang memastikan bahwa ideologi negara tetap hidup dan relevan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang penuh toleransi,” pungkasnya.
Post a Comment