Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan, Yuni Karnelis Ajak Warga Sumur Putri Perkuat Persatuan di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia

 


BANDAR LAMPUNG, 9 Maret 2026 – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PKS, Yuni Karnelis, menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai jangkar persatuan nasional di tengah situasi global yang kian tidak menentu. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Minggu (8/3).

Kegiatan yang diikuti oleh tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok ibu-ibu ini mengusung tema “Kebersamaan Demi Menjaga Persatuan dan Kekompakan dalam Memperkuat Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.”

Relevansi Pancasila di Tengah Krisis Global Dalam narasinya, Yuni Karnelis menarik korelasi antara kerukunan di tingkat lokal dengan ketahanan nasional. Ia menyebutkan bahwa ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan besar dunia harus menjadi peringatan bagi warga Indonesia untuk tidak mudah terpecah belah.

“Di tengah situasi dunia yang semakin memanas akibat konflik antarnegara, seperti ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, bangsa Indonesia harus tetap kokoh. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi dasar persatuan dan kekuatan kita agar tidak mudah goyah oleh isu-isu yang memicu konflik,” tegas Yuni Karnelis.

Gotong Royong sebagai Modal Sosial Selain menyinggung isu global, Yuni juga mengajak konstituennya untuk mempraktikkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari di Kelurahan Sumur Putri. Menurutnya, kerukunan antar-tetangga merupakan bentuk nyata dari pengamalan ideologi bangsa yang paling efektif.

“Kesadaran kebangsaan dimulai dari lingkungan terkecil. Jika kita kompak dan saling menghargai di tingkat kelurahan, maka secara kolektif bangsa ini akan menjadi kuat menghadapi tantangan apa pun,” tambahnya.

Komitmen Pembinaan Karakter Sebagai wakil rakyat, Yuni Karnelis secara konsisten melaksanakan program pembinaan ini guna memastikan masyarakat memiliki karakter yang kuat dan melek terhadap isu-isu kebangsaan. Kegiatan ini ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana warga diajak untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai cara menjaga kerukunan di pemukiman padat penduduk.

Post a Comment

Previous Post Next Post