BANDAR LAMPUNG, 13 Maret 2026 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa masa depan ekonomi Lampung sangat bergantung pada kesehatan ekosistem ubi kayu. Dalam acara silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional di Hotel Santika, Rabu (11/3), Gubernur memaparkan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan equilibrium (keseimbangan) antara keuntungan industri dan kemakmuran petani singkong.
Mengingat Lampung menyerap 70 persen pangsa industri tapioka nasional, Gubernur menekankan bahwa regulasi yang tepat adalah kunci agar kekayaan alam ini tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi menjadi kemakmuran bersama.
Intervensi Harga Melalui Peraturan Gubernur Salah satu terobosan utama dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Mirza adalah penerapan kebijakan harga singkong yang diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Langkah ini diambil untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang ekstrem serta memberikan kepastian bahan baku bagi pelaku industri.
"Kekayaan Lampung harus diatur dengan baik agar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha. Kami fokus melakukan akselerasi dan sinkronisasi agar tata kelola industri tapioka ini lebih berkeadilan," tegas Gubernur.
Optimalisasi Cassava Center sebagai Hub Riset Selain aspek harga, Pemprov Lampung juga memperkuat pilar riset melalui Cassava Center. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan bibit unggul dan inovasi budidaya modern. Dengan melibatkan akademisi, Cassava Center akan membantu petani meningkatkan produktivitas lahan per hektare, sehingga pendapatan mereka meningkat secara signifikan tanpa harus memperluas lahan.
Sinergi Tiga Pilar Utama Gubernur mengapresiasi para pelaku industri yang mulai selaras dengan visi pemerintah daerah. Menurutnya, kebangkitan pertanian Lampung hanya bisa terjadi jika terdapat keselarasan antara tiga pilar:
Dunia Usaha (Industri): Sebagai penyerap hasil bumi.
Masyarakat (Petani): Sebagai pilar produksi.
Pemerintah (Regulator): Sebagai penyusun kebijakan yang adil.
"Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani sejahtera dan industri maju, ekonomi Lampung akan melompat lebih tinggi," pungkasnya.
Dengan kebijakan yang pro-rakyat dan ramah investasi ini, Lampung bersiap memperkokoh statusnya sebagai pemain kunci dalam kedaulatan pangan dan industri nasional.
Post a Comment