Jaga Keberlanjutan Pendidikan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Peran Pesantren Serap Puluhan Ribu Siswa Putus Sekolah



BANDAR LAMPUNG, 7 Maret 2026 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan penyelamat masa depan pendidikan di Provinsi Lampung. Hal ini diungkapkan Gubernur dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama Ketua MPR RI, para ulama, dan tokoh masyarakat di Mahan Agung, Jumat (6/3) malam.

Gubernur menyoroti data krusial di mana setiap tahun terdapat sekitar 40.000 lulusan SMP di Lampung yang tidak tertampung di bangku SMA/SMK formal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.000 siswa berhasil diselamatkan dari ancaman putus sekolah berkat kehadiran sekitar 1.400 pondok pesantren yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

"Saya tidak bisa bayangkan seandainya tidak ada pesantren di Provinsi Lampung, mungkin IPM kita tambah jeblok dan kemiskinan bertambah. Keberadaan pesantren terbukti menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda berakhlak sekaligus menekan angka kemiskinan," ujar Gubernur Mirza.

Dukungan Nyata dan Hibah Pendidikan Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung menyerahkan dana hibah tahun anggaran 2026 kepada 20 pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan guna mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi.

Daya Saing dan Kualitas Bangsa Senada dengan Gubernur, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan keprihatinannya terhadap rendahnya persentase putra daerah yang mampu menembus standar kelulusan Fakultas Kedokteran Unila, yang saat ini hanya berkisar 20-25 persen. Muzani menekankan pentingnya program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Garuda untuk mendongkrak kualitas SDM Lampung.

Penguatan Ekonomi Berbasis Agraris Selain pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas stabilitas ekonomi petani. Ketua MPR memuji keberhasilan Pemprov Lampung dalam menjaga harga komoditas unggulan:

  • Singkong: Rp1.350/kg

  • Jagung: Rp6.500/kg

"Kekayaan orang Lampung itu bukan dari tambang, melainkan dari beras, jagung, dan singkong. Pemerintah kini fokus mematangkan skema hilirisasi untuk mengundang investor membangun industri olahan cokelat dan kopi di Lampung," tegas Muzani.

Pesan Toleransi dan Keamanan Menutup rangkaian acara, para pimpinan daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat toleransi dan kerukunan. Stabilitas keamanan dinilai sebagai kunci utama agar rencana hilirisasi

Post a Comment

Previous Post Next Post