BANDAR LAMPUNG, 6 Maret 2026 – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3) siang hingga sore hari berujung duka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan tiga warga hanyut terbawa derasnya arus banjir. Hingga berita ini diturunkan, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam upaya pencarian intensif.
Data Korban Hanyut Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengonfirmasi identitas para korban yang terdampak musibah tersebut:
Satria (10): Ditemukan meninggal dunia di aliran sungai daerah Terminal Rajabasa.
Anonim (Dewasa): Ditemukan meninggal dunia (identitas masih dalam proses identifikasi).
Anak Laki-laki (6): Masih dalam status pencarian di wilayah Kaliasin.
Kepungan Banjir di 38 Titik Berdasarkan data BPBD, tercatat sebanyak 38 titik banjir tersebar di berbagai kecamatan akibat hujan deras berdurasi panjang. Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Sukarame Baru, Korpri Jaya, Rajabasa Nunyai, Sukabumi, hingga Tanjung Senang.
Selain genangan air yang merendam pemukiman dan ruas jalan utama seperti Jalan Ratu Dibalau dan Jalan Hayam Wuruk, petugas juga menangani pohon tumbang di Kelurahan Gotong Royong, Tanjung Karang Pusat.
Update Situasi Lapangan Meski sebagian besar wilayah terdampak seperti Jalan Pulau Singkep dan Jalan Taurus dilaporkan telah berangsur surut pada Jumat sore, petugas BPBD tetap siaga di lapangan.
"Kami masih terus melakukan pemantauan dan penanganan di titik-titik terdampak. Fokus utama saat ini adalah upaya pencarian satu korban hilang di Kaliasin serta membantu evakuasi warga yang membutuhkan," ujar Wahyu Hidayat.
Imbauan Kewaspadaan BPBD mengimbau keras seluruh masyarakat Bandar Lampung, terutama yang bermukim di bantaran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat intensitas hujan masih berpotensi terjadi, warga diminta segera mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi jika melihat debit air sungai mulai meningkat secara drastis.
Post a Comment