Gubernur Mirza Pimpin Rakor Forum Kepala Daerah 2026: Dorong Kemandirian Fiskal Melalui Digitalisasi PAD

 


BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kepala Daerah Tahun 2026 di Gedung Pusiban, Senin (9/3/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekdaprov Marindo Kurniawan, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Lampung untuk menyatukan visi pembangunan ekonomi daerah yang lebih mandiri dan transparan.

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa kunci utama kemajuan Lampung di tahun 2026 adalah transformasi keuangan daerah yang berfokus pada tiga pilar: Digitalisasi PAD, Belanja Berkualitas, dan Ekosistem Investasi.

Digitalisasi PAD: Tingkatkan Pendapatan Tanpa Bebani Rakyat

Gubernur Mirza menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan melalui inovasi teknologi, bukan dengan menambah pungutan kepada masyarakat. Digitalisasi sistem perpajakan dan retribusi daerah dianggap sebagai solusi untuk menutup celah kebocoran dan meningkatkan efisiensi.

“Peningkatan PAD harus melalui perbaikan sistem yang transparan. Dengan teknologi, potensi pendapatan dapat digali maksimal tanpa menambah beban ekonomi warga,” ujar Mirza.

Paradigma Spending Better, Bukan Spending More

Terkait pengelolaan APBD, Gubernur menginstruksikan perubahan pola pikir para kepala daerah dalam menyusun anggaran. Ia meminta agar setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi kerakyatan.

“Kita harus mengubah pola pikir dari sekadar menghabiskan anggaran (spending more) menjadi belanja yang lebih berkualitas (spending better). Pastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Sinergi Program Strategis hingga Tingkat Desa

Rakor ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mengawal program-program prioritas nasional dan daerah agar terintegrasi hingga ke tingkat desa. Beberapa fokus utama yang dibahas meliputi:

  • Makan Bergizi Gratis: Penguatan rantai pasok pangan lokal.

  • Koperasi Merah Putih: Pemberdayaan ekonomi produktif di pedesaan.

  • Sekolah Rakyat: Peningkatan akses dan kualitas pendidikan dasar.

Gubernur Mirza meyakini bahwa dengan integrasi program yang kuat, perputaran ekonomi di Lampung akan semakin solid dan merata. Forum ini diharapkan menjadi momentum titik balik tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi sepenuhnya pada kesejahteraan masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

Post a Comment

Previous Post Next Post