Respon Cepat Keluhan Pelajar, Pemprov Lampung dan TNI Siap Bangun Jembatan Gantung 'Merah Putih' di Way Bungur



BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama jajaran TNI dan kementerian terkait bergerak cepat menanggapi kesulitan akses transportasi masyarakat di Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Dalam rapat koordinasi percepatan yang digelar pada Senin (9/2/2026), disepakati skema pembangunan jembatan dalam dua tahap: solusi darurat segera dan pembangunan permanen jangka panjang.

Rapat dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, didampingi Kepala Dinas BMBK, M. Taufiqullah, serta dihadiri perwakilan Kodam II/Sriwijaya, BPJN, dan BBWS Mesuji Sekampung.

1. Solusi Cepat: Jembatan Gantung Garuda Merah Putih

Menyadari urgensi bagi anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai setiap hari, pemerintah akan segera membangun jembatan gantung darurat.

  • Pelaksana: TNI (Kodam II/Sriwijaya) berkolaborasi dengan Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Timur.

  • Spesifikasi: Panjang ±100 meter dengan lebar 1,2 meter.

  • Fungsi: Khusus untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua (sepeda motor).

"Ini kebutuhan mendesak. Anak-anak sekolah tidak boleh lagi bertaruh nyawa menyeberang sungai. Jembatan gantung ini adalah solusi paling cepat yang bisa kita hadirkan," ujar Mulyadi Irsan.

2. Solusi Jangka Panjang: Jembatan Permanen Rangka Baja

Paralel dengan pembangunan jembatan darurat, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (BPJN) mulai memproses perencanaan jembatan permanen.

  • Spesifikasi: Tipe rangka baja dengan lebar ±7 meter (dapat dilalui kendaraan roda empat).

  • Proses: Memerlukan penyelidikan tanah (soil test), kajian lingkungan, dan pemetaan titik lokasi yang aman dari banjir.

Tantangan Medan dan Lingkungan

Kepala Dinas BMBK, M. Taufiqullah, menegaskan bahwa lokasi pembangunan berada di area yang cukup menantang, yakni kawasan hutan lindung dan rawan luapan air. Oleh karena itu, penentuan titik koordinat akan melibatkan Dinas Kehutanan dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).

"Keselamatan adalah prioritas utama. Kita harus memastikan titik pondasi jembatan permanen berada di tanah yang stabil dan bebas dari risiko terendam banjir di masa depan. Kita tidak ingin membangun secara tergesa-gesa namun mengabaikan aspek teknis," tegas Taufiqullah.

Pemerintah menghimbau masyarakat untuk bersabar selama proses kajian teknis berlangsung. Kehadiran jembatan gantung diharapkan dapat memulihkan mobilitas ekonomi dan pendidikan warga Wadumu dalam waktu dekat, sembari menunggu realisasi infrastruktur permanen dari pemerintah pusat.

Post a Comment

Previous Post Next Post