BANDAR LAMPUNG — Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengonfirmasi adanya laporan dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan warga sekolah di Kecamatan Kemiling usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, ditemukan fakta bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke tiga sekolah tersebut belum memiliki izin teknis standar keamanan pangan yang memadai.
Data Korban dan Gejala Medis
Hingga Senin (16/2), total warga sekolah yang terdampak mencapai lebih dari 200 orang dari tiga institusi pendidikan yang berbeda. Rincian sebaran korban adalah sebagai berikut:
SDN 4 Sumberejo: 87 orang (77 siswa, 9 guru, 1 orang tua).
SD Al Munawaroh: 76 orang (64 siswa, 11 staf/guru, 1 orang tua).
SMPN 14 Bandar Lampung: 43 orang (37 rawat jalan, 6 rawat inap).
Para korban saat ini menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, dan RS Graha Husada. Gejala yang dilaporkan meliputi demam, sakit perut, muntah, diare, hingga reaksi alergi berupa mata bengkak dan gatal.
Temuan Pelanggaran Standar Teknis SPPG
Dinkes Kota Bandar Lampung mengungkapkan bahwa ketiga sekolah tersebut menerima pasokan makanan dari satu SPPG yang sama di Kecamatan Kemiling. Hasil verifikasi menunjukkan SPPG tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Rekomendasi izin belum diterbitkan karena masih ada sejumlah standar teknis yang belum terpenuhi oleh pengelola SPPG tersebut. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air dan sisa makanan untuk memastikan sumber kontaminasi,” tegas Muhtadi Arsyad Tumenggung.
Ringkasan Dampak Kejadian MBG Kemiling
| Institusi Pendidikan | Jumlah Terdampak | Status Penanganan |
| SDN 4 Sumberejo | 87 Orang | Pemantauan Puskesmas Kemiling |
| SD Al Munawaroh | 76 Orang | Pemantauan Puskesmas Kemiling |
| SMPN 14 Bandar Lampung | 43 Orang | 6 Rawat Inap, 37 Rawat Jalan |
| Penyedia (SPPG) | 1 Unit (Kemiling) | Tanpa Sertifikat SLHS |
Langkah Penanganan dan Tindak Lanjut
Dinas Kesehatan telah menginstruksikan Puskesmas Kemiling untuk melakukan pemantauan intensif secara door-to-door bagi korban yang menjalani rawat jalan guna mencegah dehidrasi berat atau komplikasi lanjutan.
Investigasi menyeluruh terhadap alur produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, tengah dilakukan secara mendalam. Hasil uji laboratorium dari sampel makanan diharapkan dapat segera keluar guna menentukan langkah hukum atau sanksi administratif lebih lanjut terhadap pihak pengelola SPPG terkait.
Post a Comment