Tutup AI Ideathon 2026, Gubernur Mirza: Anak Muda Lampung Harus Ciptakan Solusi Digital untuk Kemakmuran Petani

 



BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mempertegas langkahnya sebagai pelopor transformasi digital di Sumatra melalui penutupan kegiatan Artificial Intelligence (AI) Ideathon Lampung. Acara yang merupakan hasil kolaborasi strategis dengan raksasa teknologi Amazon Web Services (AWS), Westcon Indonesia, dan Ideanesia ini resmi ditutup oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi talenta digital lokal untuk melahirkan inovasi berbasis Generative AI dan Cloud Computing yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Teknologi untuk Kesejahteraan Desa

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa penguasaan teknologi bukan sekadar gaya hidup, melainkan instrumen untuk memangkas kemiskinan dan meningkatkan produktivitas di sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan.

"Lampung memiliki 60% lahan pertanian dan perkebunan, namun tantangan kesejahteraan di desa masih nyata. Melalui AI Ideathon ini, saya menantang anak muda Lampung: ciptakan teknologi yang mampu menjawab masalah pupuk, hama, hingga stabilitas harga. Kita ingin masyarakat desa merasakan dampak ekonomi nyata dari digitalisasi," tegas Gubernur Mirza.

Potensi Talenta Digital Lampung Diakui Dunia

Head of Training & Certification AWS Indonesia, Yashinta Bahana, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta. Ia menyebutkan bahwa potensi talenta digital di Lampung sangat kompetitif untuk bersaing di level industri global.

"Kami ingin program ini berkelanjutan. AWS berkomitmen memberikan akses teknologi yang setara agar talenta digital Lampung siap industri dan mampu menciptakan aplikasi yang berdampak luas (impactful)," ujar Yashinta.

Senada dengan itu, Antony Chandra dari Westcon Indonesia menyatakan kesiapan pihaknya dalam menginkubasi solusi-solusi digital hasil karya putra-putri daerah agar dapat diimplementasikan secara massal di lapangan.

Tiga Inovasi AI Terbaik untuk Lampung

Puncak acara menampilkan tiga solusi berbasis AI yang dinilai paling solutif bagi permasalahan di Bumi Ruwa Jurai:

  1. Aplikasi Pemberdayaan Petani: Manajemen tanam cerdas dan akses pasar digital terintegrasi.

  2. AI Aquaguard: Sistem monitoring kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi budidaya Udang Vaname.

  3. Fitrah Learn: Platform edukasi adaptif untuk mengakselerasi literasi teknologi di pelosok daerah.

Menuju Indonesia Emas 2045

Dengan populasi angkatan kerja mencapai 71%, Pemprov Lampung meyakini bahwa lompatan literasi digital melalui pelatihan Design Thinking dan sertifikasi AWS akan menjadi kunci bagi Lampung untuk meningkatkan pendapatan per kapita dan bersaing dalam peta kekuatan ekonomi dunia pada 2045.

Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kelulusan ujian sertifikasi AWS kepada para peserta, menandai lahirnya gelombang baru ahli teknologi dari Lampung yang siap membangun daerah dengan kecerdasan buatan.

Post a Comment

Previous Post Next Post