Napaktilas Sejarah 1905: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pererat Silaturahmi dan Kerja Sama Strategis di Desa Bagelen


PESAWARAN – Sebuah momen emosional dan bersejarah tercipta di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan kunjungan kerja untuk menyapa langsung keluarga besar transmigran asal Jawa Tengah yang telah menetap dan membangun peradaban di Bumi Andan Jejama, Rabu (7/1/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan penghormatan terhadap jejak sejarah transmigrasi (kolonisasi) pertama di Indonesia yang bermula pada tahun 1905 dari Bagelen, Jawa Tengah, ke wilayah Lampung.

Bangga Atas Kemakmuran Warga Perantau

Didampingi Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan rasa bangganya melihat keberhasilan masyarakat bersuku Jawa dalam memajukan Lampung.

"Keputusan para leluhur untuk menetap dan membangun Lampung adalah sebuah kebanggaan. Saya lihat di sini masyarakat sangat makmur. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung; saya yakin masyarakat Jawa di sini mampu menjaga keharmonisan sebagai satu kesatuan warga negara Indonesia," ujar Ahmad Luthfi.

Sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian budaya, Gubernur Luthfi menginstruksikan Bank Jateng untuk menyalurkan bantuan hibah berupa seperangkat alat musik gamelan guna mendukung kegiatan seni budaya di Desa Bagelen.

Desa Bagelen: Warisan Budaya yang Hidup

Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., mengulas kembali sejarah Desa Bagelen sebagai titik nol transmigrasi di Indonesia. Ia mengapresiasi masyarakat setempat yang hingga kini tetap teguh memegang semangat gotong royong warisan leluhur.

"Mari kita jaga Desa Bagelen sebagai warisan budaya dan sejarah. Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu pembuka kerja sama yang lebih sinergis di sektor pertanian, seni budaya, hingga perdagangan demi kesejahteraan masyarakat kita bersama," tutur Bupati Nanda.

Misi Strategis: Kerja Sama Senilai Rp830 Miliar

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Provinsi Jawa Tengah dan Lampung. Kerja sama lintas sektor ini mencakup pariwisata, perdagangan, dan pembangunan dengan nilai transaksi kesepakatan mencapai Rp830 miliar.

"Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bersuku Jawa. Artinya, mereka bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi motor penggerak pembangunan dan peradaban di Lampung saat ini," tegas Wagub Jihan.

Kunjungan ke Museum Transmigrasi

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan ke Museum Transmigrasi Provinsi Lampung. Gubernur Ahmad Luthfi bersama rombongan, yang juga dihadiri beberapa kepala daerah dari Jawa Tengah (Bupati Tegal, Wabup Temanggung, dan Wabup Purbalingga), menyaksikan diorama dan arsip foto perjalanan panjang para pionir transmigrasi.

Kunjungan ini menegaskan bahwa meski terpisah jarak geografis, ikatan emosional dan visi pembangunan antara Jawa Tengah dan Lampung tetap menyatu dalam semangat persatuan.

Post a Comment

Previous Post Next Post