BANDAR LAMPUNG, 15 Januari 2026 – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi keluarga untuk menghadapi tantangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan "AI Ready ASEAN" yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (14/1).
Kegiatan ini merupakan inisiatif regional dari ASEAN Foundation yang didukung oleh google.org, dengan target menjangkau 5,5 juta individu di 10 negara ASEAN untuk menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi AI.
Literasi Digital sebagai Perlindungan Keluarga
Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyoroti data APJII tahun 2025 yang mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia telah menembus 229 juta orang. Luasnya jangkauan internet menjadikan dunia digital sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian anak-anak.
"Hari ini kita hidup di era yang menarik sekaligus menantang. Anak-anak kita mungkin duduk di kamar, tetapi dunianya bisa berkeliling dunia. Peran orang tua sangat penting dalam mengarahkan dan mendampingi anak dalam penggunaan teknologi digital," ujar Jihan.
Payung Hukum Perlindungan Anak di Dunia Digital
Wagub juga mensosialisasi adanya regulasi terbaru untuk melindungi generasi muda di ruang siber:
PP Nomor 17 Tahun 2025: Mulai berlaku efektif pada Maret 2026.
Substansi: Mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran pengawasan orang tua, serta mewajibkan platform digital memberikan perlindungan bagi pengguna di bawah umur.
"Pemerintah tidak tinggal diam, namun Hadapi Era Kecerdasan Buatan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Orang Tua Kuasai Literasi Digital melalui Program "AI Ready ASEAN"
BANDAR LAMPUNG, 15 Januari 2026 – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi keluarga untuk menghadapi tantangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan "AI Ready ASEAN" yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (14/1).
Kegiatan ini merupakan inisiatif regional dari ASEAN Foundation yang didukung oleh google.org, dengan target menjangkau 5,5 juta individu di 10 negara ASEAN untuk menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi AI.
Literasi Digital sebagai Perlindungan Keluarga
Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyoroti data APJII tahun 2025 yang mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia telah menembus 229 juta orang. Luasnya jangkauan internet menjadikan dunia digital sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian anak-anak.
"Hari ini kita hidup di era yang menarik sekaligus menantang. Anak-anak kita mungkin duduk di kamar, tetapi dunianya bisa berkeliling dunia. Peran orang tua sangat penting dalam mengarahkan dan mendampingi anak dalam penggunaan teknologi digital," ujar Jihan.
Payung Hukum Perlindungan Anak di Dunia Digital
Wagub juga mensosialisasi adanya regulasi terbaru untuk melindungi generasi muda di ruang siber:
PP Nomor 17 Tahun 2025: Mulai berlaku efektif pada Maret 2026.
Substansi: Mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran pengawasan orang tua, serta mewajibkan platform digital memberikan perlindungan bagi pengguna di bawah umur.
"Pemerintah tidak tinggal diam, namun regulasi saja tidak cukup tanpa peran aktif keluarga dan sinergi dengan berbagai pihak," tegasnya.
AI: Antara Manfaat dan Mitigasi Risiko
Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar guru, orang tua, dan siswa siap menjaring manfaat AI sekaligus mampu melakukan mitigasi risikonya secara seimbang.
Senada dengan hal tersebut, Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, berharap masyarakat tidak menjadikan AI sebagai momok yang menakutkan. "Silakan belajar dan mencari tahu tentang AI. Kami berharap AI justru membantu pekerjaan Bapak dan Ibu ke depan serta menghapus stigma negatif terhadap teknologi ini," pungkas Diera.
Analisis Relevansi Strategis
Kegiatan ini sangat sinkron dengan visi Gubernur Lampung terkait digitalisasi layanan hingga ke tingkat desa. Penguasaan AI oleh orang tua dan pendidik akan mendukung program Sekolah Rakyat yang baru saja dibangun di Lampung, sehingga infrastruktur fisik yang canggih diimbangi dengan kualitas SDM yang melek teknologi. Selain itu, kesiapan menghadapi AI juga krusial bagi ketahanan ekonomi daerah, sebagaimana arahan Gubernur agar Bank Lampung mengoptimalkan layanan digital hingga ke pelosok.regulasi saja tidak cukup tanpa peran aktif keluarga dan sinergi dengan berbagai pihak," tegasnya.
AI: Antara Manfaat dan Mitigasi Risiko
Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar guru, orang tua, dan siswa siap menjaring manfaat AI sekaligus mampu melakukan mitigasi risikonya secara seimbang.
Senada dengan hal tersebut, Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, berharap masyarakat tidak menjadikan AI sebagai momok yang menakutkan. "Silakan belajar dan mencari tahu tentang AI. Kami berharap AI justru membantu pekerjaan Bapak dan Ibu ke depan serta menghapus stigma negatif terhadap teknologi ini," pungkas Diera.
Analisis Relevansi Strategis
Kegiatan ini sangat sinkron dengan visi Gubernur Lampung terkait digitalisasi layanan hingga ke tingkat desa. Penguasaan AI oleh orang tua dan pendidik akan mendukung program Sekolah Rakyat yang baru saja dibangun di Lampung, sehingga infrastruktur fisik yang canggih diimbangi dengan kualitas SDM yang melek teknologi. Selain itu, kesiapan menghadapi AI juga krusial bagi ketahanan ekonomi daerah, sebagaimana arahan Gubernur agar Bank Lampung mengoptimalkan layanan digital hingga ke pelosok.
Post a Comment