Fokus Penanganan Konflik Gajah Liar, Wisata Taman Nasional Way Kambas Ditutup Sementara

 



LAMPUNG TIMUR – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) secara resmi mengumumkan penutupan sementara seluruh objek wisata alam di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memprioritaskan penanganan konflik antara gajah liar dan warga yang meningkat di sekitar kawasan hutan.

Penutupan ini mulai berlaku efektif sejak Jumat, 16 Januari 2026, berdasarkan Surat Edaran Nomor SE.105/T.11/TU/HMS.01.08/B/01/2026 yang diterbitkan oleh Balai TNWK.

Fokus Personel pada Mitigasi Konflik Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar seluruh kekuatan personel dapat dikonsentrasikan sepenuhnya untuk mitigasi konflik di lapangan. Intensitas gangguan gajah liar yang tinggi menuntut pengawasan ekstra dari para petugas.

“Saat ini prioritas kami adalah mitigasi konflik gajah liar. Seluruh personel harus difokuskan ke lapangan untuk pengamanan dan penanganan. Dengan jumlah personel yang terbatas, kami tidak ingin fokus pengamanan terpecah oleh aktivitas wisata,” ujar Zaidi, Jumat (16/1/2026).

Keamanan Warga dan Satwa Jadi Prioritas Pihak Balai TNWK menekankan bahwa keselamatan masyarakat di perbatasan hutan dan perlindungan terhadap gajah Sumatera merupakan kepentingan utama di atas sektor rekreasi. Penutupan sementara ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja secara optimal tanpa risiko gangguan keamanan bagi wisatawan.

Meski akses wisata ditutup, Balai TNWK tetap mengizinkan beberapa kegiatan terbatas, seperti:

  • Penelitian ilmiah

  • Kegiatan pendidikan

  • Program magang

Kegiatan-kegiatan di atas tetap diperbolehkan dengan syarat mendapatkan pengawasan ketat dari petugas Balai TNWK di lokasi.

Hingga Waktu yang Belum Ditentukan Balai TNWK belum menetapkan kapan kawasan wisata akan dibuka kembali. Pembukaan akan dilakukan setelah situasi di lapangan dinilai benar-benar aman dan konflik antara gajah liar dengan pemukiman penduduk telah terkendali.

“Kami memohon pengertian dari masyarakat dan calon wisatawan. Keselamatan manusia dan kelestarian satwa adalah yang utama. Kami akan segera menginformasikan kembali jika situasi sudah memungkinkan untuk aktivitas wisata,” pungkas Zaidi.

Post a Comment

Previous Post Next Post