BANDAR LAMPUNG, 7 Januari 2026 — Sebuah bus Puspa Lestari yang membawa rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Tanjung Halo, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Selasa (6/1) pagi. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini memicu protes warga terkait minimnya pengawasan dampak proyek infrastruktur di area tersebut.
Kronologi Kejadian
Bus carteran tersebut sedang dalam perjalanan mengantar mahasiswa menuju lokasi penempatan KKN. Saat melintasi tanjakan di Jalan Tanjung Gedung sekitar pukul 09.30 WIB, bus diduga kehilangan daya cengkeram roda pada permukaan jalan yang licin. Kendaraan kemudian mundur tak terkendali hingga terperosok ke dalam parit di sisi jalan.
Faktor Penyebab: Proyek Irigasi & Jalan Rusak
Kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi kondisi cuaca dan kelalaian prosedur keamanan proyek:
Material Proyek: Tumpukan tanah sisa galian proyek irigasi menutupi sebagian badan jalan. Saat hujan turun, tanah tersebut berubah menjadi lumpur licin yang sangat berbahaya bagi kendaraan di jalan menanjak.
Kerusakan Infrastruktur: Ketua RT setempat, Ibrahim, menyebut aspal di titik tanjakan tersebut sudah lama rusak parah dan hanya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat dengan material seadanya.
Proses Evakuasi
Evakuasi bus sempat berlangsung alot. Upaya awal menggunakan dump truck gagal karena beban bus yang terlalu berat di posisi miring. Kendaraan baru berhasil diangkat setelah mobil derek diterjunkan ke lokasi. Selama proses berlangsung, arus lalu lintas tetap mengalir meski tersendat oleh kerumunan warga.
Tuntutan Warga kepada Pemerintah
Adung, salah seorang warga yang melintas setiap hari, menyatakan ketidakpuasannya terhadap kontraktor pelaksana proyek irigasi.
“Sisa galian sering dibiarkan begitu saja di jalan. Bukan cuma bus ini, motor pun sudah sering tergelincir di sini. Harusnya ada pembersihan berkala,” keluhnya.
Warga Kedaung mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung dan dinas terkait untuk:
Mewajibkan Kontraktor Membersihkan Jalan: Memastikan sisa material proyek tidak mengganggu keselamatan publik.
Perbaikan Jalan Permanen: Melakukan pengaspalan ulang di area tanjakan Tanjung Halo yang menjadi titik rawan kecelakaan.
Analisis Konteks: Kecelakaan ini menyoroti pentingnya penerapan Manajemen Keselamatan Lalu Lintas pada setiap proyek infrastruktur (Safety Impact Assessment). Kelalaian pembersihan material galian di area tanjakan tidak hanya merugikan pengguna jalan secara materil, tetapi juga membahayakan nyawa.
Post a Comment