WAY KAMBAS, 12 Desember 2025 – Rencana perubahan peruntukan Zona Inti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk pengembangan pariwisata internasional menuai penolakan keras dari tokoh adat dan masyarakat setempat. Mereka menegaskan keberatan terhadap setiap kebijakan yang berpotensi merusak habitat alami gajah sumatra dan ekosistem vital di dalam kawasan TNWK.
Ancaman terhadap Konservasi dan Nilai Adat
Zona Inti TNWK, yang merupakan kawasan konservasi paling dilindungi, berfungsi sebagai jantung ekosistem yang menjadi tempat berkumpul dan berkembang biak satwa kunci, terutama Gajah Sumatra. Masyarakat dan tokoh adat menilai, intervensi pembangunan infrastruktur atau peningkatan intensitas wisata di zona tersebut akan menimbulkan dampak lingkungan yang tidak dapat diperbaiki.
Penolakan ini tidak hanya berlandaskan pada isu konservasi semata, tetapi juga didorong oleh nilai-nilai adat dan ketergantungan historis masyarakat lokal terhadap kelestarian hutan TNWK.
Tuntutan Komunitas Lokal
Para tokoh adat dan perwakilan masyarakat mendesak Pemerintah Pusat dan pengelola TNWK untuk:
Membatalkan rencana perubahan zona inti yang ditujukan untuk kepentingan wisata internasional.
Memperkuat fungsi konservasi sesuai amanat undang-undang dan tujuan pendirian Taman Nasional.
Melibatkan masyarakat adat secara aktif dalam setiap pengambilan keputusan terkait pengelolaan TNWK.
Mereka berkomitmen akan terus mengawal kebijakan ini dan siap melakukan langkah perlawanan damai demi mempertahankan kelestarian Way Kambas sebagai rumah bagi satwa dan warisan budaya Lampung.

Post a Comment