Gubernur Mirza Dorong Petani Way Kanan Hilirisasi: "Ubah Pola Pikir, Jual Beras Bukan Lagi Gabah"

 


WAY KANAN, 21 Desember 2025 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kampung Nuar Maju, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Jumat (19/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya percepatan hilirisasi pertanian untuk memutus rantai distribusi yang selama ini merugikan petani lokal.

Gubernur Mirza menyoroti fenomena "ironi gabah", di mana petani Way Kanan menjual gabah basah ke luar daerah, namun kemudian masyarakat membelinya kembali dalam bentuk beras dengan harga yang jauh lebih mahal.

Target Peluncuran "Beras Way Kanan" Februari 2026

Untuk mengatasi kebocoran ekonomi yang ditaksir mencapai Rp300 hingga Rp400 miliar per tahun di tingkat provinsi tersebut, Gubernur menginstruksikan langkah nyata di tingkat desa.

"Saya minta bulan Februari 2026 nanti, sudah ada peluncuran 'Beras Way Kanan'. Pasarkan melalui koperasi, BUMDes, hingga warung-warung lokal. Biarkan masyarakat Way Kanan makan beras dari hasil tanahnya sendiri," tegas Gubernur Mirza.

Ia memberikan apresiasi atas keberadaan Rice Milling Unit (RMU) di Buay Bahuga dan menjanjikan pembangunan ratusan unit mesin pengering (dryer) tambahan di desa-desa sentra padi pada tahun depan guna menjaga stabilitas harga.

Dukungan Pupuk dan Peningkatan Produksi

Gubernur memastikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan menjadi prioritas utama. Beberapa capaian dan program yang disampaikan antara lain:

  • Kenaikan Produksi: Produksi padi Lampung meningkat signifikan dari 2,7 juta ton menjadi 3,2 juta ton tahun ini berkat kelancaran distribusi pupuk subsidi.

  • Harga Subsidi: Jaminan suplai pupuk dengan diskon harga sebesar 20%.

  • Pupuk Organik Cair Gratis: Pemprov Lampung menargetkan cakupan 100% desa mendapatkan fasilitas ini pada 2026, yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan hingga 15-20%.

Membangun Kemandirian Desa Digital

Selain meninjau fasilitas pertanian, Gubernur juga melihat implementasi Desa Digital dan peran BUMDes di Kampung Nuar Maju. Menurutnya, adaptasi teknologi dan kolaborasi antarlembaga desa adalah kunci untuk menjadikan Way Kanan lebih maju dan sejahtera dalam lima tahun ke depan.

"Kita kolaborasi tujuan kita cuman satu, bagaimana masyarakat Lampung makmur, terutama Kabupaten Way Kanan. Mari jadikan momen ini untuk memakmurkan rakyat," pungkasnya.


Poin Utama Hilirisasi Gubernur Mirza:

  1. Stop Jual Gabah Basah: Mendorong pengolahan mandiri melalui RMU dan Dryer.

  2. Branding Lokal: Peluncuran merek beras lokal untuk konsumsi warga setempat.

  3. Efisiensi Ekonomi: Memotong rantai distribusi untuk menjaga margin keuntungan petani.

Post a Comment

Previous Post Next Post