Bandar Lampung, 21 November 2025 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi membuka Pameran Kriya Jemari Lampung 2025 di Graha Wangsa, Bandar Lampung, pada Kamis (20/11/2025). Pameran yang merupakan kelanjutan dari Lampung Craft ini dihadirkan dengan konsep yang lebih segar, inklusif, dan fokus pada akselerasi ekonomi kreatif daerah.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa acara ini adalah momentum penting untuk mendorong transformasi kerajinan Lampung menjadi industri kreatif yang modern, inovatif, dan berdaya saing guna memperkuat ekonomi daerah.
"Produk UMKM kita tidak hanya mencerminkan kreativitas dan kearifan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan dukungan bersama, kriya Lampung dapat berkembang lebih luas dan menjadi kebanggaan daerah," ujar Gubernur.
Peluang Ekonomi Kreatif dan Target Wisatawan
Gubernur menyoroti besarnya peluang pasar bagi UMKM, didorong oleh peningkatan sektor pariwisata. Gubernur mengungkapkan target kunjungan wisatawan domestik Lampung sepanjang tahun ini mencapai 28–30 juta orang.
"Jika rata-rata belanja wisatawan mencapai Rp1,8 juta per orang, maka ini peluang luar biasa bagi para UMKM untuk membawa produk Lampung semakin bersinar," katanya.
Pemerintah Provinsi berkomitmen penuh mendukung UMKM melalui berbagai akses, termasuk pelatihan, pembiayaan, pemasaran digital, perizinan, hingga kerja sama dengan marketplace. Gubernur juga mendorong perajin untuk menerapkan prinsip Think Global, Act Local: menciptakan produk yang mengikuti tren global namun tetap membawa identitas budaya Lampung.
Tema dan Inklusivitas Pameran
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kriya Jemari 2025 dirancang sebagai ruang yang inklusif. Pameran ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perajin muda, UMKM kreatif, desainer lokal, perbankan, dunia usaha, hingga perajin penyandang disabilitas.
Mengusung tema "Merajut Tradisi, Menenun Inovasi", Purnama Wulan menegaskan bahwa pameran ini ingin menunjukkan bahwa setiap karya kriya Lampung lahir dari perpaduan nilai leluhur dengan kreativitas generasi masa kini.
"Kami percaya kreativitas tidak mengenal batas fisik. Kerajinan adalah bahasa universal, dan semua perajin berhak berdiri di panggung yang sama," tegas Ketua Dekranasda.
Seluruh kabupaten/kota di Lampung turut berpartisipasi dengan membawa produk unggulan masing-masing sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan perajin daerah.
Gubernur Mirza menutup sambutannya dengan mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk lokal. "Teruslah berkarya, jangan takut berinovasi. Setiap pembelian produk lokal adalah bentuk penghargaan terhadap karya anak daerah dan ikut menguatkan ekonomi Lampung,” pesannya.

Post a Comment