Tokoh Seni Daerah Ini Ramai-Ramai Kecewa dengan EO PRL 2024



LAMPUNG,  -- Ternyata, tak hanya anggota DPRD Lampung M Junaidi yang kecewa dengan musisi yang akan tampil di Pekan Raya Lampung (PRL) 2024, tapi juga pengurus Dewan Kesenian Lampung (DKL), Akademi Lampung (AL), dan komunitas kesenian daerah ini lainnya.

"Saya sudah sampaikan ke EO (penyelenggara PRL 2024), agar kerjasama dengan DKL, tapi kayaknya gak didenger," komentar Anshori Djausal, ketua Akademi Lampung (AL) setelah membaca berita kekecewaan wakil rakyat M Junaidi.

Bagus S Pribadi alias Aviep dari DKL menyarankan PRL 2024 menyediakan spot khusus tak berbayar untuk pameran, panggung, stand Seniman agar punya peluang yang sama seperti halnya UMKM.

Penyanyi legendaris daerah ini, Andi Achmad turut prihatin juga akhirnya "meledak" soal musisi yang dihadirkan di PRL. Kenapa tak memberikan kesempatan kepada antara lain Putri yang juara Bintang Radio, dll.

Aviep mengamati setiap ada kegiatan yang berbau "uang gede" tak pernah melibatkan lembaga kesenian seperti DKL atau Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI).

"Sehingga warna pestanya ya itu-itu aja," katanya, Kamis (18/4/2024). Aviep juga tak paham alasannya. Lebih ngeri lagi PRL sebelumnya, panggung Seniman dari daerah diduga ada "argonya".

Sebelumnya, anggota DPRD Lampung M Junaidi kecewa dengan penyelenggaraan Pekan Raya Lampung (PRL) yang mengutamakan musisi luar daerah ketimbang ikut mengembangkan musisi daerahnya sendiri yang tak kalah hebat.

"Saya sangat kecewa, kenapa penyelenggara tidak memberdayakan musisi daerah untuk memotivasi generasi muda mengembangkan bakatnya," kata kader Partai Demokrat itu kepada Helo Indonesia, Rabu (17/4/2024).

Menurut M. Junaidi, PRL itu hajatnya orang Lampung yang mau melihat hasil pembangunan ya semestinya jadi ajang unjuk prestasi bagi musisi dan seniman asal Lampung atau yang seniman yang mencintai provinsi ini.

Dia menilai penyelenggara PRL tidak peduli terhadap seniman dan musisi Lampung. Boleh jadi, penyelenggaranya mengecilkan keberadaan musisi daerahnya. "Jika orientasinya bisnis, ya jadi EO independen saja seperti Si Ucup Pop Pesta Pora itu," tandasnya.

Ketua Partai Demokrat Lampung Selatan ini menilai musisi-musisi daerah juga tak kalah hebat seperti The Potters, Hijau Daun, Batas Senja, ada Shilla Musik, Tri Suaka. Koplo dangdutnya ada Kipas Tua, Mualana Ardiyansyah, Nathalia.

Dibeberkannya lagi, Vindi Artika, juara Bintang Pantura Indosiar asal Kota Metro, dan DJ Abdi. "Ada juga penyamyi kesukaan saya Tam Sanjaya Kipas Pulas, Putra Penyampai Khasa, Khairudin Cikdin dan banyak sekali penyanyi asal daerah ini.

Berdasarkan postingan di Intagram @pekanrayalpg, dari 11 musisi yang akan mengisi acara PRL, hanya satu yang dari daerah, yakni Andika Mahesa alias Babang Tamvan. Selebihnya, 10 musisi dari luar daerah.

Kesepuluh musisi luar daerah Lampung adalah Guyon Waton, J-Rock, Feel Koplo, Momo X Geisha, Denny Caknan, Wali Band, Ghea Yhobi, Jono-Joni Nadine Amizah, Endank Soekamti.

Menurut M. Junaidi, PRL itu hajatnya orang Lampung yang mau melihat hasil pembangunan mestinya jadi ajang unjuk prestasi bagi musisi dan seniman asal Lampung atau yang seniman yang mencintai Lampung.

Post a Comment

Previous Post Next Post