4 SPPG di Lampung Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Makan Sendiri


 Sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Lampung mulai mengikuti uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan. Melalui metode ini, siswa dapat mengambil makanan sendiri sesuai kebutuhan dan porsi yang diinginkan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Lampung, Saipul, mengatakan Lampung menjadi salah satu dari 10 provinsi yang mengikuti uji coba tahap kedua penerapan sistem prasmanan secara nasional.

“Tahap satu sudah selesai. Untuk tahap kedua ini ada 10 provinsi, salah satunya Lampung. Di Lampung ada empat SPPG, dua di Tanggamus, satu di Lampung Utara, dan satu lagi di Lampung Selatan,” kata Saipul, Senin (2/11/2026).

Menurut Saipul, uji coba tersebut berlangsung mulai 27 Oktober hingga 6 November 2026. Namun, pelaksanaannya masih terbatas pada satu sekolah untuk setiap SPPG yang ditunjuk.

“Satu SPPG itu uji cobanya hanya di satu sekolah, tidak di semua penerima manfaat dari SPPG itu. Nanti akan ada evaluasi dari BGN,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem prasmanan memiliki mekanisme berbeda dibandingkan penyaluran MBG sebelumnya yang menggunakan wadah makan atau ompreng.

Dalam sistem baru ini, makanan disajikan di meja prasmanan sehingga siswa bisa mengambil sendiri sesuai porsi yang dibutuhkan. Meski demikian, pengawasan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi tetap menjadi perhatian.

Saipul menyebut konsep tersebut mengadopsi pola penyajian makanan yang diterapkan di sejumlah negara, seperti China dan Jepang. Selain memudahkan penyajian, metode ini juga diharapkan dapat membangun kemandirian siswa.

“Kalau kita lihat konsep yang di luar negeri itu, bagaimana mendidik mereka juga agar bahan makanan itu betul-betul sesuai kebutuhan dimakan dan tidak ada sisa,” katanya.

Menurutnya, salah satu tujuan penerapan sistem prasmanan adalah mengurangi makanan terbuang. Dengan mengambil makanan sesuai kebutuhan, siswa diharapkan dapat menghabiskan porsi yang telah dipilih.

Sistem tersebut juga berpotensi melatih tanggung jawab dan kemandirian siswa, mulai dari mengambil makanan hingga membersihkan perlengkapan makan setelah digunakan.

Keuntungan lainnya, makanan berpeluang disajikan dalam kondisi lebih segar dan hangat dibandingkan mekanisme pembagian menggunakan ompreng.

Saipul mencontohkan nasi yang disimpan dalam wadah penghangat dapat langsung diambil siswa ketika waktu makan tiba.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penerapan sistem prasmanan masih dalam tahap uji coba. Hasil pelaksanaannya akan dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai dasar untuk menilai efektivitas metode tersebut.

Adapun empat SPPG di Lampung yang mengikuti uji coba MBG sistem prasmanan, yakni:

  1. SPPG Muhammadiyah Muara Putih 2, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

  2. SPPG Abung Semuli, Semuli Jaya, Kabupaten Lampung Utara.

  3. SPPG Talang Padang, Talang Sepuh, Kabupaten Tanggamus.

  4. SPPG Pugung Sumanda, Kabupaten Tanggamus.

Saipul menambahkan, penetapan SPPG peserta uji coba dilakukan berdasarkan penunjukan BGN, bukan atas keputusan mandiri pemerintah daerah.

Melalui uji coba ini, pemerintah berharap dapat mengetahui apakah sistem prasmanan lebih efektif dalam penyajian makanan, mengurangi sisa pangan, serta membangun kemandirian siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.

Post a Comment

Previous Post Next Post