Zulhas Tegaskan KDKMP Bukan Pesaing Warung, Ini Fungsinya



LAMPUNG SELATAN
– Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak dibentuk untuk menyaingi warung kelontong milik masyarakat. Sebaliknya, koperasi tersebut diharapkan menjadi saluran distribusi kebutuhan pokok bersubsidi sekaligus membantu pemasaran hasil pertanian.

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau operasional KDKMP di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026).

Menurut Zulkifli, KDKMP bukanlah supermarket, melainkan sarana untuk mendekatkan barang bersubsidi dari pemerintah kepada masyarakat. Komoditas yang dapat disalurkan antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), LPG 3 kilogram, serta pupuk bersubsidi.

Koperasi juga diharapkan mendukung penyaluran bantuan sosial sekaligus berperan sebagai penyerap hasil panen atau offtaker bagi petani. Dengan begitu, petani memiliki alternatif pemasaran dan tidak hanya bergantung pada tengkulak.

“Kalau tengkulak mau beli murah, tidak boleh. Koperasi yang ambil gabah petani seharga Rp6.500 per kg. Petani tidak boleh jadi korban permainan harga,” kata Zulkifli.

BRI Dukung Digitalisasi dan Operasional KDKMP

Untuk memperkuat operasional koperasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memberikan dukungan melalui layanan keuangan digital dan pendampingan pengelolaan usaha.

SEVP Institution Business BRI, Suyitno, mengatakan BRI telah mendampingi 1.040 KDKMP di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 815 koperasi telah dilengkapi fasilitas AgenBRILink, sedangkan 220 agen tercatat aktif bertransaksi hingga 12 Oktober 2026.

Total nilai transaksi dari agen yang telah aktif tersebut mencapai Rp700 juta.

“Kami terus melakukan pendampingan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam pengoperasian electronic data capture (EDC). Melalui alat ini, masyarakat akan lebih mudah bertransaksi. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke ATM karena bisa mengambil uang di sini. Bahkan, nantinya penyaluran bantuan sosial juga bisa dilakukan di sini,” ujar Suyitno.

Keberadaan AgenBRILink di KDKMP diharapkan memudahkan masyarakat melakukan berbagai transaksi, mulai dari penyetoran dan penarikan uang hingga pencairan bantuan sosial tunai, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurut Suyitno, integrasi layanan keuangan dan ketersediaan barang bersubsidi memungkinkan masyarakat memanfaatkan bantuan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di koperasi.

“Untuk penyaluran bantuan sosial akan dikumpulkan di sini. Jadi, kalau sudah menerima uang bantuan, masyarakat bisa langsung berbelanja di sini karena koperasi juga menyediakan barang-barang subsidi seperti LPG, beras SPHP, dan lain sebagainya,” katanya.

BRI Siapkan Perluasan AgenBRILink

BRI juga menyiapkan perluasan pemasangan AgenBRILink pada KDKMP yang mendapat pendampingan. Setelah tahap awal, perusahaan tersebut merencanakan pengembangan layanan ke sekitar 3.000 KDKMP pada tahap berikutnya.

Suyitno menjelaskan, pendampingan dilakukan agar koperasi dapat memberikan layanan transaksi keuangan secara lebih mudah dan dekat dengan tempat tinggal masyarakat.

Selain mempermudah transaksi, kerja sama ini juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi koperasi melalui skema pembagian biaya jasa atau sharing fee dari transaksi AgenBRILink.

“Bagi KDKMP, kita ada sharing fee. Fee yang kami peroleh selama ini akan kami bagikan kepada teman-teman di KDKMP. Jadi, ini juga akan meningkatkan pendapatan koperasi,” jelasnya.

Untuk mendukung tata kelola, BRI turut menyiapkan pendampingan melalui jaringan kantor unit yang berada di sekitar koperasi. Pendampingan meliputi literasi keuangan, pengelolaan usaha, serta administrasi transaksi.

BRI juga menyediakan layanan penjemputan setoran atau pickup service guna mengurangi risiko penyimpanan uang tunai. Melalui layanan ini, petugas menjemput uang hasil transaksi koperasi untuk disetorkan langsung ke rekening KDKMP.

“Kami setiap hari melakukan pickup service. Uang tunai yang ada di sini akan kami ambil untuk disetorkan langsung ke rekening KDKMP. Layanan ini dilakukan secara rutin pada hari kerja hingga pukul 12.00 siang,” kata Suyitno.

Lima KDKMP di Lampung Terintegrasi dengan Layanan BRI

Sementara itu, Regional CEO (RCEO) BRI Region Bandar Lampung, Andreas Chandra, menyebut lima KDKMP di Lampung telah terintegrasi dengan layanan dan pendampingan BRI Unit setempat.

Menurut Andreas, setiap koperasi mendapatkan pendampingan langsung dari kepala unit BRI. Dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan operasional transaksi, tetapi juga membuka akses informasi pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta anggota koperasi.

“Setiap KDKMP didampingi langsung oleh Kepala Unit BRI. Tidak hanya operasional transaksi, agen BRILink di KDKMP juga berfungsi merekomendasikan pinjaman permodalan usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi para pelaku UMKM dan anggota koperasi,” papar Andreas.

Penguatan distribusi pangan bersubsidi yang dipadukan dengan layanan perbankan diharapkan membuat KDKMP berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan dukungan tersebut, KDKMP diharapkan mampu membantu petani memasarkan hasil panen, memperluas akses transaksi keuangan, meningkatkan peluang usaha UMKM, serta memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok bersubsidi.

Post a Comment

Previous Post Next Post