Desa Sukadadi Wakili Lampung di KASAD Award 2026



Pesawaran — Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mewakili Provinsi Lampung dalam penilaian Kampung Pancasila KASAD Award 2026. Peninjauan dan penilaian berlangsung di Balai Desa Sukadadi, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., Ketua Tim Peninjau dan Penilai Lomba Kampung Pancasila Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi, S.I.P., M.I.P., serta Dandim 0421/Lampung Selatan Letnan Kolonel Kavaleri Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian, S.H., M.H., Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, S.I.K., M.S.S., para staf ahli, asisten, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Bupati Nanda mengapresiasi pelaksanaan program Kampung Pancasila oleh TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0421/Lampung Selatan. Menurutnya, program tersebut menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebangsaan dan penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak TNI AD, khususnya Bapak KASAD dan seluruh jajaran Kodim 0421/Lampung Selatan. Lomba Kampung Pancasila bukan sekadar kompetisi, tetapi merupakan gerakan nyata untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan menjaga ideologi bangsa di tingkat akar rumput,” ujar Bupati Nanda.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Desa Sukadadi sebagai wakil Provinsi Lampung dalam penilaian tingkat nasional.

Menurut Nanda, keterpilihan tersebut menunjukkan potensi dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui kehidupan sosial serta pembangunan desa.

“Kita sangat bersyukur dan bangga karena Desa Sukadadi telah terpilih dalam ajang penilaian tingkat nasional. Ini merupakan capaian yang membuktikan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila hidup, tumbuh, dan dipraktikkan dengan baik oleh masyarakat desa,” katanya.

Fokus Penilaian Kampung Pancasila

Dalam penilaian Kampung Pancasila, sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain ketahanan pangan, pembinaan UMKM, pembinaan Karang Taruna, keamanan dan pertahanan, serta pengelolaan media sosial.

Bupati Nanda berharap berbagai potensi tersebut terus dikembangkan. Ia secara khusus menekankan pentingnya pembinaan UMKM dan Karang Taruna sebagai bagian dari penguatan ekonomi serta pemberdayaan generasi muda di desa.

“Saya berharap Desa Sukadadi tidak berhenti sampai pada perlombaan ini, tetapi dapat terus berkembang menjadi teladan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Pesawaran, bahkan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Peninjau dan Penilai Lomba Kampung Pancasila, Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi, mengatakan Desa Sukadadi memiliki sejumlah potensi yang mendukung keterpilihannya sebagai wakil Lampung dalam penilaian tingkat nasional.

Potensi tersebut antara lain terlihat dari sektor ketahanan pangan dan pengembangan UMKM.

Ia berharap potensi Desa Sukadadi terus dikembangkan sehingga dapat mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi desa lain untuk mengembangkan potensi dan kearifan lokal masing-masing.

Andalkan Bawang Merah dan UMKM

Dandim 0421/Lampung Selatan Letnan Kolonel Kavaleri Mochammad Nuril Ambiyah menjelaskan, Desa Sukadadi memiliki luas wilayah sekitar 600 hektare dengan jumlah penduduk 5.785 jiwa yang tersebar di 10 dusun.

Potensi desa tidak hanya berasal dari sektor pertanian, tetapi juga mencakup UMKM, kepemudaan, keamanan, serta pelestarian budaya lokal.

“Dalam bidang ketahanan pangan, salah satu komoditas unggulan Desa Sukadadi adalah bawang merah. Sementara di sektor UMKM terdapat produk unggulan seperti tempe, tahu, dan jamu tradisional yang terus dibina agar dapat memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan Karang Taruna juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Kampung Pancasila. Pengelolaan media sosial turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi dan keunggulan Desa Sukadadi kepada masyarakat luas.

“Melalui media sosial, berbagai potensi dan keunggulan desa dapat dipublikasikan, termasuk pelestarian budaya lokal yang terus kita jaga. Kami berharap pemanfaatan potensi ketahanan pangan dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi desa lainnya, sekaligus menjadi ciri dan kearifan masyarakat Desa Sukadadi,” ungkapnya.

Dalam rangkaian penilaian, tim penilai bersama rombongan juga meninjau sejumlah sentra unggulan Desa Sukadadi.

Lokasi yang ditinjau antara lain perkebunan bawang merah sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Pos Keamanan dan Ketertiban, kegiatan Karang Taruna, kebun Kelompok Wanita Tani (KWT), serta sentra UMKM yang memproduksi tempe, tahu, dan jamu tradisional.

Post a Comment

Previous Post Next Post