PESAWARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini status siaga dampak hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Pesawaran, Rabu (28/10/2026). Sebanyak delapan kecamatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan dan banjir akibat tingginya curah hujan.
Berdasarkan data BMKG, hasil pemantauan curah hujan di Kabupaten Pesawaran mencapai 50 milimeter pada pukul 14.10 WIB. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan debit air sungai dan limpasan air permukaan.
Delapan kecamatan yang berpotensi terdampak meliputi Gedong Tataan, Way Lima, Kedondong, Padang Cermin, Teluk Pandan, Way Ratai, Marga Punduh, dan Punduh Pedada.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu genangan hingga banjir, terutama di kawasan dataran rendah, sekitar aliran sungai, serta wilayah dengan sistem drainase terbatas.
Selain ancaman banjir, hujan juga dapat menyebabkan peningkatan debit sungai, jalan licin, dan berkurangnya jarak pandang. Kondisi tersebut berisiko mengganggu aktivitas serta mobilitas masyarakat.
Pemberlakuan status siaga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi dampak cuaca di sejumlah wilayah Kabupaten Pesawaran.
Masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan sekitar bantaran sungai, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca serta kenaikan debit air.
Warga juga disarankan menghindari kawasan rendah saat hujan deras, memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat, dan memantau kondisi sungai di lingkungan masing-masing.
Selain itu, masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi serta peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
BMKG mengingatkan adanya potensi dampak hujan lebat di wilayah yang disebutkan. Namun, status siaga tersebut tidak berarti banjir telah terjadi di seluruh kecamatan yang masuk dalam peringatan dini.

Post a Comment