BANDAR LAMPUNG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga empat meter di sejumlah wilayah perairan Provinsi Lampung. Peringatan cuaca ekstrem maritim ini berlaku untuk kurun waktu 25 hingga 28 Oktober 2026.
Berdasarkan rilis resmi dari Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, gelombang laut kategori tinggi yakni berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di wilayah Perairan Barat Lampung serta Selat Sunda bagian selatan. Sementara itu, gelombang dengan kategori sedang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan melanda kawasan Perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan.
BMKG mencatat bahwa secara umum pola angin di wilayah perairan Lampung bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan bervariasi antara 2 hingga 20 knot. Hembusan angin kencang tertinggi terpantau mendominasi kawasan Selat Sunda bagian selatan serta Perairan Teluk Lampung baik di sisi utara maupun selatan.
Kondisi dinamika atmosfer dan laut tersebut membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat yang beraktivitas di sektor kelautan, khususnya para nelayan tradisional, pengelola transportasi laut, hingga operator kapal penyeberangan.
BMKG turut memerinci ambang batas risiko keselamatan pelayaran berdasarkan jenis armada laut sebagai acuan kewaspadaan di lapangan:
Perahu Nelayan: Berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter.
Kapal Tongkang: Berisiko apabila kecepatan angin menyentuh angka 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kapal Feri: Mengahadapi potensi bahaya pelayaran apabila kecepatan angin bertiup hingga 21 knot serta ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau secara tegas kepada para nelayan, masyarakat kawasan pesisir, dan para pengguna jasa transportasi laut untuk senantiasa memantau parameter cuaca sebelum memutuskan berlayar.
Masyarakat juga diminta untuk terus memperbarui perkembangan informasi cuaca maritim secara berkala melalui saluran resmi BMKG selama periode peringatan dini ini berlangsung demi mengantisipasi risiko kecelakaan di laut.

Post a Comment